Harga Komoditas Batu Bara-CPO Melemah, Logam Industri Menguat
Suara Pecari – Harga komoditas mengalami pergerakan yang variatif pada penutupan perdagangan Kamis, 18 September 2026. Harga batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) tercatat melemah, sementara logam industri seperti nikel dan timah menunjukkan penguatan.
Pergerakan Harga Komoditas Energi
Harga batu bara untuk pengiriman Oktober 2026 berdasarkan ICE Newcastle turun 0,55 persen menjadi USD 145,30 per ton. Penurunan harga ini menunjukkan sentimen pasar yang melemah terhadap komoditas batu bara pada hari tersebut.
Harga minyak mentah dunia juga mengalami penurunan sekitar 1 persen, meskipun masih bertahan di atas USD 100 per barel. Harga minyak mentah Brent turun 0,95 persen menjadi USD 104,82 per barel, sedangkan minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) turun 0,5 persen menjadi USD 101,91 per barel. Penurunan ini terjadi di tengah pertimbangan investor terkait gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah, antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, serta laporan tambahan pasokan minyak mentah Arab Saudi ke pasar global yang meredakan kekhawatiran pasokan.
Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit (CPO)
Harga CPO juga mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan Kamis. Berdasarkan data dari Trading Economics, harga CPO turun 1,39 persen menjadi MYR 4.816 per ton. Penurunan ini menandakan tekanan pasar pada komoditas sawit, yang merupakan salah satu komoditas penting bagi perekonomian negara produsen.
Kenaikan Harga Logam Industri
Berbeda dengan batu bara dan CPO, harga logam industri menunjukkan tren penguatan. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) naik 0,76 persen menjadi USD 16.290 per ton. Selain itu, harga timah juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,45 persen menjadi USD 53.186 per ton.
Konteks dan Dampak Pergerakan Harga
Pergerakan harga komoditas ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan pasokan. Konflik di Timur Tengah berpotensi memperburuk kekurangan pasokan energi, namun laporan tambahan pasokan minyak dari Arab Saudi memberikan sentimen positif bagi pasar minyak mentah.
Kenaikan harga logam industri seperti nikel dan timah dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertambangan dan industri pengolahan logam. Sementara itu, pelemahan harga batu bara dan CPO perlu menjadi perhatian bagi pelaku usaha dan pemerintah dalam mengelola risiko pasar komoditas.
Perkembangan Selanjutnya
Para pelaku pasar dan pengamat ekonomi akan terus memantau perkembangan geopolitik dan kondisi pasar global untuk menilai dampak lebih lanjut terhadap harga komoditas. Perubahan harga ini juga akan memengaruhi strategi bisnis dan kebijakan terkait sektor energi dan industri di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










