BI Sebut Arus Keluar Modal Asing Terjadi Usai MSCI Terbitkan Consultation Paper
Suara Pecari – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan adanya arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia yang terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menerbitkan consultation paper. Fenomena ini menjadi perhatian BI karena berpotensi mempengaruhi stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah.
Perkembangan Arus Modal Asing
<pMenurut data BI, arus masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia sempat menunjukkan tren positif sejak akhir September hingga pertengahan Oktober 2026. Namun, seiring munculnya consultation paper dari MSCI, aliran modal asing berbalik arah menjadi keluar.
Erwin, perwakilan Bank Indonesia, menyatakan bahwa arus masuk modal asing merupakan faktor penting yang diperhatikan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan valuta asing di Indonesia. Arus modal ini juga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global dan domestik.
Kebijakan BI Menghadapi Arus Keluar Modal Asing
Untuk meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik dan mengelola risiko nilai tukar, BI telah memperkuat skema insentif lindung nilai atau hedging melalui transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Peningkatan insentif premi DNDF dilakukan pada tenor enam bulan dari 25 persen menjadi 40 persen, dan tenor 12 bulan dari 30 persen menjadi 45 persen.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong investor asing untuk tetap berinvestasi di instrumen keuangan domestik dengan memanfaatkan lindung nilai terhadap risiko fluktuasi nilai tukar rupiah.
Upaya Menjaga Keseimbangan Pasokan dan Permintaan Valuta Asing
Selain insentif DNDF, BI juga mengatur permintaan dengan mempertahankan ketentuan pemenuhan underlying untuk pembelian valuta asing dengan batas maksimal USD 10.000 per individu per bulan. Kebijakan ini bertujuan mengendalikan permintaan valas agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada nilai tukar.
Di sisi lain, BI mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dalam perdagangan dan investasi.
Dari sisi pasokan, BI mengupayakan peningkatan aliran masuk valuta asing yang bersumber dari ekspor, investasi langsung, dan investasi di pasar keuangan. Instrumen moneter serta kebijakan insentif bagi investor juga terus diperkuat untuk menjaga daya tarik aset domestik.
Dampak dan Implikasi
Arus keluar modal asing yang terjadi setelah penerbitan consultation paper MSCI menimbulkan tantangan bagi stabilitas pasar keuangan Indonesia dan nilai tukar rupiah. BI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan pasar melalui kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global maupun domestik.
Investor dan pelaku pasar diharapkan dapat mengantisipasi perubahan tersebut dengan memahami kebijakan BI serta perkembangan pasar keuangan secara menyeluruh.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










