BEI Pastikan Saham HSC Keluar dari IHSG Tak Picu Penurunan Drastis
Suara Pecari, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan bahwa pengeluaran saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai berlaku pada 2 November 2026 tidak akan memicu penurunan indeks secara drastis.
Kebijakan Pengeluaran Saham HSC dari IHSG
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari penyesuaian sebelumnya di mana saham-saham dengan kategori HSC tidak diperbolehkan masuk dalam konstituen indeks IDX30, LQ45, maupun IDX80. Pada implementasi awal, pengeluaran saham HSC tidak akan menyebabkan penurunan indeks secara signifikan karena bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan ke saham lain yang masih menjadi konstituen indeks.
Dampak terhadap Pergerakan IHSG
Setelah pengeluaran saham HSC, pergerakan IHSG akan lebih dipengaruhi oleh harga saham-saham yang tetap menjadi konstituen. BEI telah melakukan pengujian historis (backtest) untuk mengukur dampak kebijakan ini dan hasilnya menunjukkan tidak ada lonjakan dramatis pada indeks. Jeffrey menambahkan bahwa langkah ini justru akan membuat IHSG menjadi lebih kredibel dan memudahkan investor dalam melakukan tracking terhadap indeks.
Penyesuaian Kriteria Seleksi IHSG
Penyesuaian kriteria seleksi IHSG tersebut diumumkan melalui Pengumuman Nomor Peng-00201BEI.POP10-2026 pada 21 Oktober 2026 dan akan mulai berlaku pada 2 November 2026. Penyesuaian ini mengacu pada penerapan free float dalam penghitungan indeks serta penetapan kepemilikan saham HSC pada perusahaan tercatat. Tujuannya adalah agar indeks dapat lebih representatif terhadap dinamika pasar modal Indonesia.
Kontribusi Kebijakan terhadap Pasar Modal
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas indeks IHSG sehingga lebih mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya dan memberikan nilai tambah bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Pengeluaran saham HSC juga merupakan bagian dari upaya BEI untuk menjaga transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










