Zelensky ancam sanksi Israel atas impor gandum yang diklaim curian Rusia

Zelensky ancam sanksi Israel atas impor gandum yang diklaim curian Rusia

Suara Pecari | Zelensky mengumumkan pada Rabu bahwa Ukraina akan mempertimbangkan sanksi terhadap Israel terkait pengiriman gandum Ukraina yang menurut Kyiv berasal dari wilayah yang diduduki Rusia.

Dalam unggahan di X, presiden Ukraina menegaskan bahwa otoritas Israel tidak mungkin tidak menyadari asal kapal maupun muatan, dan menuduh transaksi tersebut tidak sah.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menyatakan akan menyerahkan proposal sanksi kepada Uni Eropa, sambil memanggil duta besar Israel ke Kyiv sebagai bentuk protes resmi.

Israel belum memberikan respons publik, dan kementerian luar negeri Israel menolak memberi komentar meski menyatakan sedang meninjau masalah tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut perselisihan ini sebagai urusan bilateral antara Kyiv dan Tel Aviv, menegaskan Moskow tidak akan campur tangan.

Gandum yang dipersengketakan diperkirakan dipanen di wilayah timur Ukraina yang berada di bawah kontrol Rusia sejak invasi Februari 2022.

Pengiriman semacam ini telah menambah volatilitas harga pangan global, terutama setelah kesepakatan ekspor gandum Laut Hitam 2022 berakhir karena penarikan diri Rusia.

Ukraina menyumbang sekitar 20 persen produksi gandum dunia, sehingga kehilangan hasil dari wilayah yang diduduki mengurangi pendapatan ekspor dan, menurut Kyiv, mendanai perang Rusia.

Ancaman sanksi menandai peningkatan tekanan diplomatik Kyiv terhadap Israel, yang selama ini menjaga sikap netral atau mendukung Ukraina dalam konflik dengan Rusia.

Para analis memperkirakan sanksi akan menargetkan perusahaan Israel yang membeli gandum serta perusahaan logistik yang memfasilitasi pengiriman.

Uni Eropa sebelumnya telah menjatuhkan sanksi pada entitas Rusia yang terlibat perdagangan gandum ilegal, dan Kyiv berharap kebijakan serupa dapat diterapkan pada pihak Israel.

Kelompok kemanusiaan memperingatkan bahwa pembatasan aliran gandum dapat memperparah ketahanan pangan di wilayah yang sudah mengalami kekurangan.

Perkembangan ini menegaskan kompleksitas hubungan antara perang, pertanian, dan diplomasi, serta menunjukkan kesiapan Ukraina menggunakan instrumen ekonomi untuk melindungi sumber daya kedaulatan nasional.

Tinggalkan Balasan