Harga Minyak Dunia Merosot, Dampak Munculnya Tanda-tanda Ketegangan AS-Iran Mereda, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Terwujud

Harga Minyak Dunia Merosot, Dampak Munculnya Tanda-tanda Ketegangan AS-Iran Mereda, Trump Klaim Kesepakatan Damai Segera Terwujud

Suara Pecari | Harga minyak dunia merosot, dampak munculnya tanda-tanda ketegangan AS-Iran mereda menjadi sorotan utama pasar energi global pekan ini. Pada Sabtu (13/6), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,83 persen ke USD 84,88 per barel, sementara Brent turun 3,05 persen ke USD 87,33. Penurunan ini merupakan yang terendah sejak awal konflik Iran pada akhir Februari lalu.

Harga minyak dunia merosot, dampak munculnya tanda-tanda ketegangan AS-Iran mereda terutama dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani dalam hitungan hari. Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan menyebut diskusi telah mencapai level tertinggi kepemimpinan Iran serta koalisi regional yang luas. Meski demikian, kantor berita semi-resmi Iran Fars melaporkan Teheran belum menyetujui teks kesepakatan apa pun, menimbulkan ketidakpastian.

Sebelumnya, ketegangan memuncak ketika Iran mengancam menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperempat perdagangan minyak laut dunia. Selat ini, yang terbentuk 35 juta tahun lalu akibat tumbukan lempeng benua, menjadi titik rawan konflik. Namun, tanda-tanda peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz dan kemajuan negosiasi membuat harga minyak dunia merosot, dampak munculnya tanda-tanda ketegangan AS-Iran mereda semakin terasa.

Analis menilai bahwa meskipun ada klaim gencatan senjata, pasar masih waspada terhadap kemungkinan eskalasi baru. Trump sebelumnya mengancam akan memukul Iran "sangat keras" jika tidak memenuhi tuntutannya. Namun, sumber Iran dan pejabat Barat mengonfirmasi peningkatan pembicaraan tidak langsung untuk kesepakatan damai pendahuluan.

Harga minyak dunia merosot, dampak munculnya tanda-tanda ketegangan AS-Iran mereda juga dipengaruhi oleh ekspektasi peningkatan pasokan jika Selat Hormuz kembali normal. Para pedagang kini mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran. Kesimpulannya, meskipun ada optimisme sementara, ketidakpastian masih membayangi pasar minyak global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan