Iran Umumkan Upacara Pemakaman Ali Khamenei: Prosesi Agung di Teheran, Qom, dan Mashhad
Suara Pecari | Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan upacara pemakaman Ali Khamenei, pemimpin tertinggi yang gugur dalam serangan pada akhir Februari lalu. Rangkaian prosesi kenegaraan ini akan berlangsung selama sepekan penuh, dimulai dari ibu kota Teheran hingga kota suci Mashhad. Dalam pengumuman yang disampaikan Sabtu (13/6), Panitia ‘Peringatan Kenaikan Berdarah Imam Militan yang Syahid’ merilis jadwal lengkap yang menyedot perhatian dunia internasional. Iran umumkan upacara pemakaman Ali Khamenei [titlebase] sebagai momen berkabung nasional sekaligus simbol perlawanan terhadap agresi asing.
Upacara penghormatan terakhir bagi publik akan digelar pada 4-5 Juli di Masjid Besar Imam Khomeini, Teheran. Tanggal tersebut bertepatan dengan 13-14 Tir dalam kalender Persia, atau 19-20 Muharram dalam kalender Hijriah, memberikan nuansa religius yang mendalam. Masyarakat Iran dan para pengikut ajaran Islam dari seluruh dunia diundang untuk hadir. Iran umumkan upacara pemakaman Ali Khamenei [titlebase] tidak hanya sebagai ritual duka, tetapi juga ajang persatuan bangsa di tengah tekanan internasional.
Prosesi pemakaman utama akan digelar di Teheran pada 6 Juli, diikuti prosesi kedua di kota suci Qom pada 7 Juli. Qom dikenal sebagai pusat keilmuan Syiah dan memiliki makna spiritual tinggi. Rangkaian puncak akan berlangsung pada 9 Juli di Mashhad, bertepatan dengan malam peringatan wafat Imam Sajjad (AS). Jenazah Ayatollah Khamenei akan dimakamkan di kompleks makam suci Imam Reza (AS), imam kedelapan Syiah. Iran umumkan upacara pemakaman Ali Khamenei [titlebase] dengan harapan seluruh rangkaian dapat berjalan khidmat dan megah.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat sipil, namun menegaskan bahwa peran utama tetap di tangan masyarakat yang terus berkabung. Menurut laporan setempat, Ayatollah Khamenei dan beberapa anggota keluarganya gugur dalam serangan yang disebut sebagai agresi Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari. Serangan itu menghancurkan kompleks kepemimpinannya di Teheran. Putranya, Mojtaba Khamenei, yang juga terluka dalam insiden yang sama, kini ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru. Ia belum tampil di publik dan hanya menyampaikan pesan melalui pernyataan resmi.
Prosesi pemakaman yang tertunda selama berbulan-bulan ini akhirnya mendapat kepastian jadwal. Dalam tradisi Islam, jenazah biasanya segera dimakamkan, namun situasi perang dan darurat memungkinkan penundaan. Iran umumkan upacara pemakaman Ali Khamenei [titlebase] sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi dan penguatan identitas nasional. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati kerangka dasar perjanjian damai setelah lebih dari tiga bulan konflik. Kesepakatan awal diperkirakan akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Dengan demikian, Iran memasuki babak baru pasca-kehilangan pemimpin karismatiknya. Prosesi pemakaman Ali Khamenei tidak hanya menjadi peristiwa domestik, tetapi juga momentum bagi dunia untuk menyaksikan keteguhan dan semangat bangsa Iran dalam menghadapi cobaan. Semoga rangkaian acara ini berjalan lancar dan membawa kedamaian bagi seluruh rakyat Iran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












