Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan WNI Aman dan Korban Tewas Capai 132 Jiwa
Suara Pecari, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional setelah sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka akibat gempa yang berpusat di Departemen Chocó itu.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kolombia dalam kondisi aman. Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa KBRI Bogota telah melakukan komunikasi dengan WNI di wilayah terdampak dan terus memantau situasi serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.
Fakta Utama Gempa Kolombia
- Gempa magnitudo 7,4 terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa sekitar 5 kilometer timur San Jose del Palmar, Departemen Chocó, pada kedalaman 107 km.
- Getaran gempa dirasakan kuat di berbagai kota besar seperti Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.
- Sebanyak 132 orang tewas dan 570 lainnya mengalami luka-luka, tersebar di beberapa wilayah terdampak seperti Risaralda, Valle del Cauca, Chocó, dan kota-kota lain.
- Gempa menyebabkan kerusakan pada 1.575 rumah, dengan 37 di antaranya hancur total, serta 61 bangunan runtuh.
- Infrastruktur publik seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, komunitas, jalan raya, dan bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali juga mengalami kerusakan.
- Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi sekitar pukul 08.18 waktu setempat.
Kondisi dan Tindakan Pemerintah serta Kemlu RI
Pemerintah Kolombia segera mengaktifkan sistem tanggap darurat nasional dan membentuk Pos Komando Terpadu untuk mengoordinasikan penanganan bencana, melakukan asesmen kebutuhan, serta operasi penyelamatan korban. Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, menetapkan keadaan darurat guna mempercepat proses pemulihan dan pendanaan pascagempa.
Kemlu RI melalui KBRI Bogota secara intensif memantau kondisi WNI dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. WNI diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi resmi serta menjaga komunikasi dengan KBRI. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor +57 301 9061706.
Dampak Gempa dan Kondisi Lapangan
Gempa ini merupakan yang terkuat yang tercatat di Kolombia pada abad ke-21. Guncangan menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan, termasuk menara katedral di Manizales yang terlihat miring dan sejumlah bangunan yang runtuh di Cali dan kota lain. Banyak warga terpaksa mengungsi dan beberapa dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan. Operasi penerbangan di beberapa bandara utama dihentikan sementara untuk pemeriksaan kerusakan.
Situasi ini menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat Kolombia dalam proses pemulihan dan penanganan korban. Penanganan pascagempa melibatkan koordinasi antar lembaga dan bantuan dari berbagai pihak untuk memastikan keselamatan dan pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah Kolombia dan Kemlu RI terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi warganya, termasuk WNI yang berada di Kolombia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










