Alarm Demensia di Indonesia: 36% Lansia Terindikasi
Suara Pecari |
RRI.CO.ID, Jakarta – Demensia menjadi masalah serius di Indonesia. Menurut data dari cek kesehatan gratis (CKG) terhadap 7 juta lansia, 36% diantaranya mengalami gangguan fungsi kognitif. Artinya, sekitar 2 juta lansia Indonesia terindikasi demensia. Demensia adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir logis, dan fungsi kognitif lainnya. Jenis demensia yang paling sering ditemukan adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, jumlah lansia di Indonesia mencapai 37 juta dan akan terus meningkat. Bahkan, pada 2045 diprediksi mencapai 20% dari total penduduk.
Dalam wawancara dengan RRI Pro3, Minggu, 24 Mei 2026, dr. Imran menyatakan bahwa gejala demensia sudah dirasakan mulai usia 40 tahun. Gejala awal demensia seperti lupa. Demensia dapat dicegah melalui aktivitas berjalan kaki selama 20 menit setiap hari. Aktivitas berjalan kaki dapat menurunkan risiko 40% terhadap demensia. Selain itu, perbanyak makan sayuran daun hijau dan istirahat yang cukup. Pada usia 30 tahun, secara psikologis otak semakin mengecil dan pengecilan otak dapat ditunda dengan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.
Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, dr. Riwanti Yuliami, mengatakan demensia mengganggu interaksi sosial dan pekerjaan. Ia mengatakan penyebab demensia ada yang dapat dicegah dan karena faktor usia. Demensia Parkinson karena penyakit darah tinggi, diabetes, dan kencing manis. Oleh sebab itu, demensia Parkinson dapat dicegah dengan hidup sehat. Sementara itu, demensia Alzheimer, tidak dapat dicegah karena terkait faktor bertambahnya usia. Ia meminta agar demensia tidak dianggap remeh.
Pencegahan demensia dapat dilakukan dengan berikut beberapa kebiasaan: tidur cukup setiap malam, berhenti merokok, berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, terutama yang kaya akan antioksidan dan omega-3, membatasi konsumsi minuman beralkohol, melatih otak secara berkala, menjaga hubungan sosial, dan menghindari stres berlebihan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












