Mafindo Pastikan Larangan Pertalite Mobil 1.400 Cc Hoaks: Waspada Informasi Menyesatkan
Suara Pecari | Jakarta – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) kembali mengingatkan publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial. Kali ini, Mafindo memastikan bahwa klaim larangan pembelian Pertalite untuk kendaraan bermesin di atas 1.400 cc adalah hoaks. Informasi tersebut telah beredar luas sejak awal Juni 2026 dan sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna kendaraan di Indonesia.
Asal Usul Hoaks Larangan Pertalite
Klaim larangan Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc mulai muncul di berbagai platform media sosial pada awal Juni 2026. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa mulai 1 Juni 2026, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak diperbolehkan membeli Pertalite. Informasi ini dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran, terutama bagi pemilik kendaraan menengah ke atas yang biasa menggunakan Pertalite.
Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, dalam program Cek Fakta Pro 3 RRI di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Informasi ini adalah hoaks lama yang kembali muncul. Klaim serupa sebelumnya juga pernah beredar dengan tanggal yang berbeda. Yang berubah hanyalah tanggal beredarnya saja,” ujar Septiaji.
Penelusuran Fakta oleh Mafindo
Mafindo melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan aturan resmi dari pemerintah atau regulator yang melarang pembelian Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc. Tim Mafindo menghubungi berbagai sumber, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina Patra Niaga, dan semuanya membantah adanya kebijakan tersebut.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, juga menegaskan bahwa belum ada arahan resmi terkait pembatasan tersebut. “Baik pemerintah maupun regulator tidak mengeluarkan aturan seperti yang diklaim. Masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Kronologi Penyebaran Hoaks
- Awal Juni 2026: Muncul unggahan di media sosial yang menyebut larangan Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc mulai 1 Juni 2026.
- Pertengahan Juni 2026: Unggahan tersebut menyebar luas dan memicu diskusi di berbagai grup WhatsApp, Facebook, dan Twitter.
- 13 Juni 2026: Mafindo melalui program Cek Fakta Pro 3 RRI mengklarifikasi bahwa informasi itu hoaks dan telah beredar sebelumnya.
- 14 Juni 2026: Pertamina Patra Niaga mengeluarkan pernyataan resmi membantah adanya larangan tersebut.
Dampak dan Implikasi Hoaks
Penyebaran hoaks ini memiliki dampak yang tidak ringan. Masyarakat yang percaya pada informasi tersebut bisa mengalami kebingungan dan kekhawatiran berlebihan. Beberapa bahkan mungkin mengubah kebiasaan konsumsi BBM atau mempertimbangkan untuk menjual kendaraannya. Di sisi lain, hoaks semacam ini juga merugikan Pertamina sebagai penyedia BBM dan pemerintah sebagai regulator.
“Hoaks seperti ini bisa menimbulkan keresahan sosial dan mengganggu stabilitas ekonomi, terutama jika masyarakat mulai panic buying atau mengubah pola konsumsi secara drastis,” ujar Septiaji. Ia menambahkan bahwa literasi digital menjadi kunci untuk melawan penyebaran informasi palsu.
Data Perbandingan: Hoaks vs Fakta
Berikut adalah perbandingan antara klaim hoaks dan fakta yang ditemukan Mafindo:
| Aspek | Klaim Hoaks | Fakta |
|---|---|---|
| Isi Klaim | Larangan Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc mulai 1 Juni 2026 | Tidak ada larangan semacam itu |
| Sumber Klaim | Media sosial (tidak jelas) | Kementerian ESDM, Pertamina |
| Status | Hoaks berulang | Klarifikasi resmi |
| Dampak | Kebingungan masyarakat | Masyarakat diimbau tenang |
Langkah Mencegah Penyebaran Hoaks
Mafindo mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang bersifat resmi dan berdampak luas. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Cek sumber informasi: Pastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti situs pemerintah atau perusahaan terkait.
- Gunakan mesin pencari: Ketik kata kunci untuk melihat apakah informasi serupa sudah diklarifikasi.
- Jangan langsung membagikan: Jika ragu, tahan diri untuk tidak menyebarkan informasi tersebut.
- Laporkan konten hoaks: Gunakan fitur pelaporan di platform media sosial atau hubungi Mafindo.
Penutup
Di era digital yang serba cepat, informasi palsu dapat menyebar dalam hitungan jam. Hoaks larangan Pertalite ini hanyalah salah satu dari sekian banyak informasi menyesatkan yang beredar. Mafindo mengingatkan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring dan memverifikasi informasi. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi dan selalu merujuk pada sumber resmi. Dengan demikian, kita bersama-sama dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








