Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar karena Kesal Diputuskan, Pelaku Ditangkap
Suara Pecari | Samarinda – Seorang mahasiswi berinisial LA (20) menjadi korban penembakan oleh mantan pacarnya sendiri, MZ (22), di Perumahan Graha Indah, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026) malam. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban baru pulang kuliah dan berjalan di sekitar rumahnya. Pelaku yang merupakan mantan kekasih korban nekat melakukan aksinya karena sakit hati setelah diputuskan.
Insiden bermula sekitar pukul 22.25 WITA, ketika LA tengah berjalan kaki menuju rumahnya. Tanpa diduga, MZ yang mengintai dari jarak dekat melepaskan tembakan menggunakan senapan angin rakitan jenis CPC 4000 ke arah kepala korban. LA langsung terjatuh sambil memegangi kepalanya yang berlumuran darah. Keluarga yang mendengar suara tembakan dan teriakan korban segera keluar rumah dan memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif.
Polisi yang menerima laporan dari keluarga korban segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kasus mahasiswi di Samarinda ditembak mantan pacar karena kesal diputuskan ini mengguncang warga setempat.
Panit I Reskrim Polsek Samarinda Ulu Ipda Erry Irawan mengungkapkan bahwa motif pelaku adalah sakit hati karena korban meminta putus. “Mereka sempat menjalin hubungan sebagai kekasih, namun korban memutuskan untuk fokus kuliah. Pelaku tidak terima dan merasa sakit hati dengan kata-kata korban,” ujar Erry, Minggu (14/6/2026). Tindakan pelaku dinilai telah direncanakan sebelumnya, terbukti dari barang bukti yang diamankan, termasuk senapan angin, amunisi, proyektil bekas tembakan, serta pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.
Korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tembak di kepala. Kondisinya dilaporkan stabil namun memerlukan pemulihan lebih lanjut. Sementara itu, pelaku MZ telah ditahan di Polsek Samarinda Ulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal penganiayaan berat yang menyebabkan luka berat.
Peristiwa mahasiswi di Samarinda ditembak mantan pacar karena kesal diputuskan ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya kekerasan dalam hubungan asmara. Polisi mengimbau agar setiap individu mengelola emosi dengan baik dan tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat.
Kesimpulannya, tragedi yang menimpa LA menunjukkan bahwa sakit hati akibat putus cinta dapat berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak. Penegakan hukum yang tegas diharapkan memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Semoga korban segera pulih dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











