Reaksi Kesal John Field Bos PT Blueray Ditanya Hakim: Keluarkan Ratusan Miliar Malah Dibalas Penjara

Reaksi Kesal John Field Bos PT Blueray Ditanya Hakim: Keluarkan Ratusan Miliar Malah Dibalas Penjara

Suara Pecari | Reaksi kesal John Field bos PT Blueray ditanya hakim: Keluarkan ratusan miliar malah dibalas penjara [titlebase]. Pernyataan itu meluncur dari mulut terdakwa kasus suap pengurusan impor saat sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026. John Field yang merupakan pemilik PT Blueray Cargo mengaku kesal karena telah mengeluarkan uang ratusan miliar untuk diberikan kepada para pejabat, namun justru berujung pada tuntutan pidana penjara.

Dalam persidangan, John Field mengakui memberikan uang suap sebesar Rp21 miliar kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama serta sejumlah pejabat lainnya. Uang tersebut diberikan dalam bentuk amplop berkode BC1 untuk Dirjen Bea Cukai, BC2 untuk Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal, dan BC3 untuk Kasubdit Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono. Jaksa penuntut umum KPK membacakan rincian pemberian yang seluruhnya dibenarkan oleh John.

Reaksi kesal John Field bos PT Blueray ditanya hakim: Keluarkan ratusan miliar malah dibalas penjara [titlebase] kembali mencuat saat hakim menggali motif di balik pemberian suap tersebut. John mengaku bahwa praktik suap sudah menjadi kebiasaan dalam dunia bisnis impor untuk melancarkan proses kepabeanan. Namun, ia menyesali perbuatannya karena jelas melanggar hukum Indonesia.

Kuasa hukum John Field, Dinalara Dermawati Butar-butar, menyoroti ketidakadilan dalam penegakan hukum. Dalam nota pembelaan, tim kuasa hukum meminta majelis hakim mempertimbangkan asas persamaan di hadapan hukum. Mereka menyebut bahwa sejumlah pihak yang disebut menerima aliran dana dalam persidangan belum diproses secara hukum. “Kami menyampaikan hal ini demi tegaknya asas persamaan di hadapan hukum agar seluruh pihak yang diduga terlibat memperoleh perlakuan hukum yang sama,” ujar Dinalara.

Reaksi kesal John Field bos PT Blueray ditanya hakim: Keluarkan ratusan miliar malah dibalas penjara [titlebase] juga mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Pengusaha rokok mendesak agar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai integritas lembaga tersebut telah tercoreng akibat skandal suap yang melibatkan pimpinan tertinggi. Sementara itu, KPK menyatakan akan menganalisis keterangan John Field untuk kemungkinan pengembangan penyidikan dan penetapan tersangka baru.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK yang menjerat John Field bersama dua bawahannya, Andri dan Dedy Kurniawan. Mereka diduga memberikan suap kepada pejabat Bea Cukai, BPOM, dan Kemendag untuk memuluskan impor barang. Dalam persidangan, John mengaku telah mengeluarkan uang ratusan miliar selama bertahun-tahun, namun kini harus berhadapan dengan jeruji besi.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Badan Gizi Nasional (BGN) justru mengumumkan evaluasi insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya Rp6 juta per hari. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan insentif akan disesuaikan dengan data penerima manfaat. Meski tidak terkait langsung, berita ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan tata kelola keuangan negara yang bersih.

Kesimpulannya, reaksi kesal John Field mencerminkan kekecewaan terhadap sistem yang dianggapnya tidak adil. Namun, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Kasus ini menjadi momentum bagi KPK untuk mengungkap seluruh jaringan korupsi di sektor kepabeanan dan memberikan efek jera bagi pelaku lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan