Kapolres Tuban Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling hingga Pasang CCTV
Suara Pecari, Tuban – Maraknya aksi kriminalitas di Kabupaten Tuban dalam beberapa pekan terakhir mendorong Polres Tuban untuk mengambil langkah strategis. Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, secara resmi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang dinilai mulai luntur. Tak hanya itu, ia juga mendorong pemasangan kamera pengawas atau CCTV di setiap sudut lingkungan tempat tinggal sebagai upaya preventif modern.
Latar Belakang Meningkatnya Kriminalitas di Tuban
Data dari Satreskrim Polres Tuban menunjukkan adanya peningkatan angka kriminalitas pada semester pertama tahun 2026. Beberapa jenis kejahatan yang menonjol antara lain pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian rumah kosong. Faktor ekonomi dan kurangnya pengawasan lingkungan menjadi pemicu utama. Kapolres Alaiddin menegaskan bahwa situasi ini memerlukan respons cepat dan kolaboratif.
| Jenis Kejahatan | Jumlah Kasus (Jan-Jun 2025) | Jumlah Kasus (Jan-Jun 2026) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|---|
| Curanmor | 45 | 72 | 60% |
| Curat | 30 | 48 | 60% |
| Pencurian Rumah Kosong | 20 | 35 | 75% |
Ajakan Kapolres: Aktifkan Kembali Siskamling
Dalam konferensi pers di Mapolres Tuban, Sabtu (4/7/2026), AKBP Alaiddin menyampaikan bahwa Siskamling merupakan warisan budaya gotong royong yang terbukti efektif menekan angka kejahatan di masa lalu. “Siskamling bukan sekadar ronda malam, tetapi juga membangun komunikasi dan kewaspadaan antarwarga. Saya minta setiap RT dan RW menghidupkan kembali pos kamling dan jadwal ronda secara rutin,” ujarnya.
Langkah-Langkah Revitalisasi Siskamling
- Pembentukan Tim Keamanan Lingkungan: Setiap desa/kelurahan diminta membentuk tim yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda.
- Penyediaan Sarana Pos Kamling: Polres akan membantu penyediaan perlengkapan dasar seperti senter, rompi, dan alat komunikasi (HT) untuk pos kamling yang membutuhkan.
- Pelatihan Kewaspadaan: Bhabinkamtibmas akan memberikan pelatihan singkat tentang teknik patroli, identifikasi orang mencurigakan, dan prosedur pelaporan.
- Digitalisasi Laporan: Masyarakat dapat melaporkan situasi melalui aplikasi “Polres Tuban Presisi” yang telah diluncurkan.
Pemasangan CCTV: Teknologi untuk Keamanan Mandiri
Selain Siskamling, Kapolres juga mendorong masyarakat untuk memasang CCTV di area rumah masing-masing. Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan, menjelaskan bahwa CCTV menjadi bukti elektronik yang sangat penting dalam penyelidikan. “Dengan CCTV, jejak pelaku akan terekam jelas. Kami bisa mengidentifikasi wajah, nomor kendaraan, dan modus operandi dengan lebih cepat,” terang AKP Bobby.
Manfaat Pemasangan CCTV bagi Masyarakat
- Efek Jera bagi Pelaku: Keberadaan CCTV membuat pelaku berpikir ulang sebelum beraksi.
- Mempermudah Pelaporan: Rekaman CCTV dapat langsung diserahkan ke polisi sebagai bukti awal.
- Meningkatkan Rasa Aman: Warga merasa lebih tenang karena lingkungan terpantau.
- Mendukung Program Smart City: Pemerintah Kabupaten Tuban juga tengah mengintegrasikan CCTV publik di titik-titik rawan.
Sinergi Polisi dan Masyarakat: Kunci Keberhasilan
AKBP Alaiddin menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh partisipasi aktif masyarakat. Mulai dari hal sederhana seperti mengunci motor dan rumah, memasang CCTV, hingga melaporkan aktivitas mencurigakan,” katanya. Polres Tuban juga telah membuka hotline pengaduan 24 jam dan posko pengaduan di setiap kecamatan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Tuban
Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka kriminalitas secara signifikan dalam waktu dekat. Masyarakat yang sebelumnya enggan beraktivitas malam hari mulai merasa lebih aman. Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang sering menjadi sasaran curanmor juga menyambut positif. “Kami siap memasang CCTV di toko dan ikut ronda,” ujar Sari, seorang pemilik warung di Kecamatan Tuban Kota.
Di sisi lain, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen jangka panjang. Polres Tuban berencana mengevaluasi efektivitas Siskamling dan CCTV setiap tiga bulan. Jika terbukti berhasil, model ini akan direplikasi di daerah lain di Jawa Timur.
Penutup: Membangun Budaya Aman Bersama
Di tengah arus modernisasi, semangat gotong royong dalam menjaga keamanan perlahan mulai terkikis. Namun, ajakan Kapolres Tuban untuk mengaktifkan Siskamling dan memasang CCTV menjadi pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi antara teknologi dan kearifan lokal, bukan tidak mungkin Tuban akan menjadi salah satu daerah paling aman di Jawa Timur. Kini, bola ada di tangan masyarakat: apakah akan menyambut ajakan ini dengan antusias atau justru mengabaikannya? Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi keamanan dan kenyamanan kita semua.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








