Mantan Karyawan Jual Lagu Eminem yang Belum Dirilis, Terancam 5 Tahun Penjara
Suara Pecari – Mantan karyawan penyanyi rap Eminem, Joseph Strange, menghadapi ancaman hukuman hingga lima tahun penjara setelah mengakui kesalahan atas pelanggaran hak cipta secara pidana. Strange didakwa karena menyalin dan menjual sejumlah lagu yang belum dirilis kepada publik tanpa izin dari sang musisi.
Kasus Pelanggaran Hak Cipta
Joseph Strange, warga Holly, Michigan, Amerika Serikat, bekerja untuk Eminem sejak tahun 2007 hingga 2021. Dalam kapasitasnya, ia memiliki akses ke sejumlah hard drive yang berisi musik karya Eminem yang masih dalam tahap pengembangan dan dilindungi kata sandi.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Strange menyalin sedikitnya 10 berkas audio tanpa izin. Pada periode Juli hingga Agustus 2024, ia menjual dan mengirimkan berkas-berkas tersebut ke pembeli melalui internet, memperoleh keuntungan sekitar USD 50 ribu atau setara dengan ratusan juta rupiah.
Pernyataan Resmi dan Dampak Pelanggaran
Asisten Jaksa Agung dari Divisi Pidana Departemen Kehakiman Amerika Serikat, A. Tysen Duva, menyatakan bahwa Strange telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya selama bekerja untuk Eminem. Menurut Duva, tindakan tersebut jelas melanggar hak hukum dan hak artistik sang musisi.
“Joseph Strange menyalahgunakan posisi kepercayaan yang dimilikinya untuk secara ilegal menyalin dan menjual musik yang belum dirilis milik Eminem, serta memperoleh keuntungan dari karya-karya yang belum diizinkan untuk didistribusikan kepada publik,” jelas Duva.
Kasus ini menjadi sorotan setelah berkas audio yang dijual Strange tersebar luas di internet dan tersedia di berbagai platform streaming, padahal Eminem tidak mengetahui maupun memberikan izin atas penyebaran materi tersebut sebelumnya.
Kronologi dan Kerugian
Dokumen pemerintah menyebutkan bahwa sebagian musik yang dicuri telah melalui proses persiapan, termasuk mastering di studio, dan dipersiapkan untuk dirilis secara komersial. Namun, belum ada kepastian bahwa seluruh materi tersebut akan dirilis secara resmi.
Hingga November 2025, berkas audio yang diidentifikasi melanggar hak cipta telah diakses lebih dari delapan juta kali di berbagai layanan streaming. Kerugian akibat pelanggaran hak cipta ini diperkirakan mencapai setidaknya USD 750 ribu.
Penegakan Hukum dan Komitmen Perlindungan Kekayaan Intelektual
Agen Khusus Penanggung Jawab FBI Detroit, Jennifer Runyan, menegaskan bahwa tidak ada pihak yang berhak mengambil keuntungan dari karya seniman lain tanpa izin. Penegakan hukum terhadap pelanggaran kekayaan intelektual menjadi prioritas untuk melindungi kreativitas dan hak-hak artistik.
Divisi Pidana Departemen Kehakiman AS menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas pelanggaran serupa dan bekerja sama dengan mitra penegak hukum guna mencegah serta menggagalkan kejahatan-kejahatan terkait pencurian karya kreatif.
Kesimpulan
Kasus Joseph Strange menjadi peringatan bagi siapa saja yang mencoba mengambil keuntungan dari karya intelektual tanpa izin. Selain menimbulkan kerugian finansial, tindakan tersebut juga melanggar hak hukum dan hak artistik para musisi. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan efek jera dan menegakkan keadilan bagi pelaku serta korban pelanggaran hak cipta.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










