KemenPPPA Ungkap Ketimpangan Gender di Indonesia Masih Tinggi
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah telah mengungkap bahwa ketimpangan gender di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, indeks ketimpangan gender Indonesia pada 2025 memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun penurunan tersebut dinilai belum signifikan karena kesenjangan perempuan dan laki-laki masih cukup lebar.
Kondisi tersebut dinilai memengaruhi akses perempuan terhadap pendidikan, kesehatan, dan partisipasi ekonomi nasional. Amurwani mengatakan bahwa indeks ketimpangan gender Indonesia pada 2024 di angka 0,421 telah menurun menjadi 0,402 pada tahun 2025, namun masih menunjukkan bahwa perempuan belum memiliki kemudahan akses, terutama akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan.
Amurwani menilai bahwa kondisi ketimpangan gender juga berpengaruh terhadap indeks pembangunan gender Indonesia saat ini. Pada 2025, indeks pembangunan gender Indonesia tercatat mencapai angka 92,69 persen, menunjukkan bahwa pembangunan perempuan mulai mendekati kondisi pembangunan laki-laki di Indonesia. Namun, ia menilai masih terdapat jurang ketimpangan yang perlu diperbaiki pemerintah secara berkelanjutan.
“Tentu kita mengharapkan bagaimana perempuan bisa mewarnai di dalam kepemimpinan ini sebagai pengambil keputusan,” ucap Amurwani. Dengan begitu, kebutuhan dasar perempuan dapat lebih terwakili dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional. Ia menilai perempuan harus memperoleh akses setara dalam pendidikan, kesehatan, hingga partisipasi ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan gender,” kata Amurwani.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












