Megawati Kritik Minimnya Petugas Museum Istana Gebang: Harusnya Bisa 10 Orang

Megawati Kritik Minimnya Petugas Museum Istana Gebang: Harusnya Bisa 10 Orang

Suara Pecari | Megawati Soekarnoputri melakukan napak tilas ke Istana Gebang di Blitar, rumah masa kecil Presiden pertama RI Soekarno, pada Senin (15/6/2026). Dalam kunjungannya, Megawati kritik minimnya petugas Museum Istana Gebang: Harusnya bisa 10 orang, bukan hanya dua orang yang selama ini bertugas memberikan penjelasan kepada pengunjung.

Megawati yang didampingi putranya M. Prananda Prabowo serta dua keponakannya, Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno, berkeliling meneliti setiap sudut museum. Ia menyoroti sejumlah koleksi foto yang sudah kusam dan membutuhkan perawatan profesional. “Saya minta museum ini ditutup sehari dalam seminggu untuk pembersihan dan perawatan. Barang-barang di sini harus dirawat dengan baik,” ujar Megawati kepada petugas museum.

Megawati kritik minimnya petugas Museum Istana Gebang: Harusnya bisa 10 orang, mengingat rata-rata pengunjung mencapai 200 orang per hari. Dengan hanya dua pemandu, ia menilai pelayanan informasi kepada pengunjung sangat tidak memadai. “Pengetahuan petugas juga masih terbatas. Harus ada kursus khusus tentang Bung Karno, terutama masa kecil dan keluarganya, supaya pengunjung mengerti,” tegasnya.

Selain itu, dalam sambutannya di acara peresmian renovasi Istana Gebang, Megawati juga menyoroti harga cabai yang melonjak hingga Rp180.000 per kilogram di sejumlah daerah. Ia mengusulkan gerakan menanam cabai di rumah sendiri sebagai solusi. Ia juga mengapresiasi keberanian mahasiswa yang berdemonstrasi, seperti BEM UI, sebagai bentuk partisipasi demokrasi.

Megawati kritik minimnya petugas Museum Istana Gebang: Harusnya bisa 10 orang, dan meminta Wali Kota Blitar untuk menambah jumlah staf pemandu serta membekali mereka dengan kursus sejarah yang mendalam. Rumah kolonial yang ditempati keluarga Bung Karno sejak 1917 ini merupakan situs bersejarah tempat awal mula gagasan kebangsaan dan karakter kepemimpinan Sang Proklamator ditempa.

Kunjungan ini menjadi momentum bagi Megawati untuk menegaskan pentingnya pelestarian aset sejarah bangsa. Ia berharap dengan penambahan petugas dan perawatan yang lebih baik, Istana Gebang dapat menjadi destinasi edukatif yang optimal bagi generasi penerus.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan