Menag Ajak Masyarakat Bersyukur, Sebut Kepemimpinan Prabowo Subianto di Jalur yang Tepat di Tengah Ketidakpastian Dunia
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas kondisi pembangunan nasional yang berjalan di jalur yang tepat di tengah ketidakpastian global. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Kawasan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi Indonesia. “Di tengah dinamika global, kita patut bersyukur karena pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat,” ujarnya.
Stabilitas Nasional dan Modal Besar untuk Masa Depan
Nasaruddin menyebut bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang. Kondisi ekonomi yang stabil serta kehidupan sosial dan politik yang kondusif menjadi faktor penting yang membedakan Indonesia dengan beberapa kawasan lain yang masih mengalami konflik.
Selain itu, indeks kerukunan umat beragama selama masa pemerintahan Prabowo Subianto mencapai angka tertinggi sejak Indonesia berdiri. Indeks tersebut meningkat dari 76,47 persen pada 2024 menjadi 77,89 persen pada 2025, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025 dan hampir mencapai target akhir RPJM 2029 sebesar 78,25 persen.
Indeks kesalehan umat beragama juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 84,20 persen pada 2025, yang menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam merawat nilai-nilai keagamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Zikir dan Doa Kebangsaan: Bukti Kerukunan dan Persatuan
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri oleh ribuan umat dan tokoh lintas agama menjadi bukti nyata bahwa kerukunan tetap terjaga di Indonesia yang majemuk. Menag menyampaikan bahwa malam itu adalah momentum untuk meneguhkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dan persatuan bangsa.
“Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujar Nasaruddin. Ia juga menggambarkan Indonesia sebagai lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi, sehingga tidak boleh ada pihak yang mengacak-acak persatuan dan keharmonisan bangsa.
Dukungan Dunia Usaha terhadap Pemerintahan Prabowo
Selain dari sisi sosial dan politik, kepemimpinan Presiden Prabowo juga mendapat apresiasi dari kalangan pengusaha. Dalam pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026), sejumlah program pemerintah mendapat pujian, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil.
Kebijakan pemerintah yang menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama juga mendapat dukungan. Hal ini penting untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia, yang mencapai sekitar 280 juta jiwa, melalui peningkatan produksi dalam negeri.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8 persen.
“Kami optimistis dan siap bekerja sama dalam memperkuat sektor pangan, energi, dan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional,” kata Anindya.
Meski Presiden Prabowo Subianto tidak hadir dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag Nasaruddin menyampaikan salam hangat dari Presiden yang sangat berkeinginan hadir bersama masyarakat dalam momentum penting tersebut.
Dengan stabilitas yang terjaga dan dukungan berbagai pihak, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dianggap berada pada jalur yang tepat untuk terus maju dan menghadapi tantangan global di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










