Profil Neeltje Deliana dan Semangat Pengibaran Merah Putih di Berbagai Lokasi Indonesia

Profil Neeltje Deliana dan Semangat Pengibaran Merah Putih di Berbagai Lokasi Indonesia

Suara Pecari, JakartaNeeltje Deliana Insjowi Werimon, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Papua, menjadi sorotan saat bertugas membawa baki pada Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Meskipun sempat merasakan gugup, Neeltje berhasil melaksanakan tugas berat tersebut dengan penuh kebanggaan.

Neeltje adalah siswi SMA Negeri 8 Jayapura yang juga bagian dari Tim Adil Makmur. Ia adalah putri dari Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom. Sebagai pembawa baki, Neeltje membawa duplikat Bendera Pusaka dan menyerahkannya kembali kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Pengalaman ini menjadi momen berharga sekaligus pembelajaran penting bagi Neeltje, yang menjalani pelatihan fisik dan mental selama satu bulan bersama anggota Paskibraka lainnya.

Semangat Nasionalisme di Pantai Baron Gunungkidul

Sementara itu, di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pengibaran bendera Merah Putih juga berlangsung dengan penuh semangat meski menghadapi kondisi ombak laut selatan yang cukup tinggi. Upacara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai instansi dan lapisan masyarakat setempat. Lokasi upacara yang berada di kawasan pantai yang dikelilingi oleh air mengharuskan peserta menyeberang menggunakan kapal nelayan untuk mencapai tempat upacara yang menyerupai sebuah pulau kecil.

Setelah upacara selesai, puluhan petugas Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) DIY menunjukkan aksi heroik dengan mengenakan perlengkapan renang dan papan seluncur sebagai simbol semangat pengibaran bendera di tengah laut. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat rasa nasionalisme, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dan penghormatan kepada kemerdekaan Indonesia.

Pengibaran Bendera di Bawah Laut Pulau Maratua

Di Kalimantan Timur, komunitas penyelam Berau Divers menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Maratua, Kabupaten Berau. Acara ini dilakukan oleh tim freediver yang membawa bendera menuju titik upacara di dasar laut, kemudian diserahkan kepada inspektur upacara dan tim pengibar. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 penyelam dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Berau serta pihak swasta.

Ketua Berau Divers, Fitriani, menyatakan pengibaran bendera di bawah laut ini sebagai wujud nasionalisme para penyelam sekaligus upaya menjaga ekosistem laut Maratua yang merupakan ikon wisata bahari nasional dan internasional. Ketua panitia juga menegaskan bahwa pelaksanaan upacara di lokasi pulau kecil terluar ini mengandung pesan penting tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga laut, dengan tema “One Ocean, One Responsibility”.

Makna dan Dampak Kegiatan Pengibaran Bendera

Berbagai kegiatan pengibaran bendera Merah Putih yang berlangsung di darat, laut, dan bawah laut pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia menunjukkan keberagaman cara masyarakat mengekspresikan rasa cinta tanah air. Dari Istana Merdeka hingga lokasi-lokasi ekstrem seperti Pantai Baron dan Pulau Maratua, semangat nasionalisme tetap menyala kuat.

Pengalaman Neeltje Deliana sebagai pembawa baki di Istana Merdeka sekaligus aksi heroik petugas dan komunitas penyelam menegaskan bahwa pengibaran bendera bukan sekadar ritual, melainkan simbol perjuangan dan persatuan bangsa. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan semangat kebangsaan di segala penjuru Indonesia.

Momentum ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengingat jasa para pahlawan serta meningkatkan rasa tanggung jawab dalam memajukan dan membela negara Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *