Dihantam Sanksi dan Lesu Usai Kemenangan Perdana, Keluh Pembalap Tim Papan Atas Honda di Moto3: Bencana di Awal Musim 2026
Suara Pecari | Dihantam sanksi dan lesu usai kemenangan perdana, keluh pembalap tim papan atas Honda di Moto3 [titlebase] menjadi sorotan tajam di awal musim Moto3 2026. Leopard Racing, tim andalan Honda yang selama bertahun-tahun bersaing di papan atas, justru mengalami bencana pada delapan balapan awal. Pembalap terbaik mereka, Adrian Fernandez, harus kehilangan seluruh poin dari seri GP Thailand hingga Catalunya akibat diskualifikasi berat. Hukuman ini membuat posisi Leopard Racing terpuruk di bawah Honda Team Asia dalam klasemen tim.
Dihantam sanksi dan lesu usai kemenangan perdana, keluh pembalap tim papan atas Honda di Moto3 [titlebase] tidak hanya dirasakan oleh Fernandez. Seluruh tim Leopard Racing harus menelan pil pahit karena hasil enam balapan Fernandez dihapus. Padahal, motor Honda NSF250RW yang digunakan dikenal kompetitif. Namun, insiden teknis dan pelanggaran regulasi menjadi momok yang menghancurkan momentum tim.
Di sisi lain, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia justru tampil gemilang. Pembalap Indonesia itu kini berada di posisi keenam klasemen, menjadi pembalap Honda teratas setelah lima pembalap KTM mendominasi lima besar. Veda menjadi secercah harapan di tengah keterpurukan Leopard Racing. Dihantam sanksi dan lesu usai kemenangan perdana, keluh pembalap tim papan atas Honda di Moto3 [titlebase] menegaskan betapa ketatnya persaingan di kelas Moto3.
Leopard Racing, yang biasa finis di puncak klasemen akhir musim, kini harus berjuang keras. Adrian Fernandez mengaku frustrasi karena sanksi tersebut tidak hanya merugikan dirinya, tetapi juga tim. “Kami kehilangan banyak poin yang seharusnya bisa membawa kami ke posisi lebih baik. Ini pukulan telak,” ujar Fernandez. Dengan sisa musim yang masih panjang, Leopard Racing berharap bisa bangkit dan memperbaiki performa.
Kesimpulannya, awal musim Moto3 2026 menjadi ujian berat bagi tim Honda, terutama Leopard Racing. Dihantam sanksi dan lesu usai kemenangan perdana, keluh pembalap tim papan atas Honda di Moto3 [titlebase] menjadi cerminan perjuangan mereka. Namun, dengan adanya Veda Ega Pratama sebagai pembalap Honda teratas, masih ada secercah harapan bagi pabrikan Jepang itu untuk bersaing di kelas Moto3.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












