Piala Dunia 2026: Marcos Llorente Jadi Sorotan Usai Sepakan Keras, Spanyol Ditahan Imbang Tanpa Gol oleh Cape Verde

Piala Dunia 2026: Marcos Llorente Jadi Sorotan Usai Sepakan Keras, Spanyol Ditahan Imbang Tanpa Gol oleh Cape Verde

Suara Pecari | Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat baru saja menyajikan kejutan besar di babak penyisihan grup. Tim debutan asal Afrika, Cape Verde, berhasil menahan imbang tanpa gol juara Eropa, Spanyol, dalam laga perdana Grup H yang berlangsung di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026). Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, nama Marcos Llorente menjadi salah satu pemain yang paling menarik perhatian.

Pemain serba bisa milik Spanyol itu tampil sebagai starter dan menunjukkan pergerakan agresif di sisi kanan pertahanan. Marcos Llorente beberapa kali naik membantu serangan dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Pada menit ke-49, Marcos Llorente mengambil bola liar hasil sundulan Mikel Oyarzabal yang gagal, lalu melepaskan tendangan melambung di atas mistar gawang Cape Verde. Meski belum membuahkan gol, performa Marcos Llorente menjadi salah satu senjata andalan Spanyol dalam membongkar pertahanan rapat lawan.

Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena penerapan aturan baru FIFA, yaitu jeda hidrasi (hydration break) yang berlangsung tiga menit di setiap babak. Aturan ini memecah permainan menjadi empat kuarter dan menuai pro-kontra di kalangan pemain, pelatih, dan pengamat. Pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyatakan ketidaksukaannya terhadap jeda tersebut kecuali dalam kondisi cuaca ekstrem. Sementara itu, pelatih Jerman Julian Nagelsmann justru menganggap jeda itu membantu timnya melakukan penyesuaian taktik.

Di sisi lain, Cape Verde tampil disiplin dengan pertahanan kokoh yang dipimpin kiper Vozinha. Kiper berusia 37 tahun itu melakukan sejumlah penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan peluang emas Ferran Torres yang membentur mistar gawang. Spanyol mendominasi penguasaan bola, namun kesulitan menembus pertahanan berlapis Cape Verde. Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal dan Nico Williams di babak kedua, tetapi tetap tidak mampu mencetak gol.

Hasil imbang ini membuat Grup H semakin terbuka. Spanyol dan Cape Verde sama-sama mengoleksi satu poin, sementara Uruguay dan Arab Saudi akan bertanding di laga berikutnya. Bagi Marcos Llorente dan rekan-rekannya, hasil ini menjadi peringatan bahwa tidak ada lawan yang bisa diremehkan di Piala Dunia. Spanyol harus segera bangkit jika ingin lolos ke fase gugur.

Kesimpulannya, laga Spanyol vs Cape Verde membuktikan bahwa sepak bola penuh kejutan. Meski diunggulkan, Spanyol gagal memanfaatkan peluang dan harus puas berbagi angka. Marcos Llorente menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol, namun belum mampu membawa timnya meraih kemenangan. Dengan dua pertandingan tersisa, tekanan kini ada di pundak La Roja untuk menunjukkan kualitas mereka sebagai juara Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan