England vs Croatia: Drama di Dallas, The Three Lions Gagal Bayar Hutang 60 Tahun

England vs Croatia: Drama di Dallas, The Three Lions Gagal Bayar Hutang 60 Tahun

Suara Pecari | Pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 antara England vs Croatia di AT&T Stadium, Dallas, Texas, berlangsung sengit dan penuh kejutan. Laga yang mempertemukan dua tim yang punya sejarah panjang ini menjadi sorotan utama, mengingat Inggris belum pernah menang di Piala Dunia sejak 1966. Dalam laga yang dimulai dengan tekanan tinggi, Croatia berhasil menahan imbang Inggris 1-1, membuat pendukung The Three Lions kembali kecewa.

Pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel, membuat keputusan kontroversial dengan tidak menurunkan Cole Palmer yang musim ini tampil kurang meyakinkan di Chelsea. Palmer hanya mencetak 10 gol (5 penalti) dan dinilai tidak cukup tajam. Sebagai gantinya, Tuchel memasang Noni Madueke di sayap kanan dan Anthony Gordon di kiri. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Bukayo Saka dan Marcus Rashford juga dicadangkan. Tuchel juga memilih John Stones sebagai bek tengah bersama Ezri Konsa, menggantikan Marc Guehi.

Babak pertama berjalan dengan tempo tinggi. Inggris mendominasi penguasaan bola, tetapi Croatia yang diperkuat Luka Modric di lini tengah mampu mematahkan serangan demi serangan. Modric, yang tampil di Piala Dunia kelimanya, menjadi motor permainan Kroasia. Pada menit ke-23, Inggris unggul lebih dulu melalui gol Harry Kane yang memanfaatkan umpan silang Jude Bellingham. Namun, Kroasia tidak tinggal diam. Tujuh menit kemudian, Luka Vuskovic, bek muda Tottenham yang sedang dipinjamkan ke Hamburg, menyundul bola hasil tendangan sudut untuk menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua, Tuchel melakukan beberapa perubahan. Ia memasukkan Elliot Anderson dan Morgan Rogers untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan Kroasia yang digalang Josko Gvardiol dan Borna Sosa tampil kokoh. Kiper Dominik Livakovic juga melakukan beberapa penyelamatan penting. Di sisi lain, Inggris beberapa kali nyaris mencetak gol melalui Bellingham dan Madueke, tetapi penyelesaian akhir kurang memuaskan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 bertahan.

Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi Inggris yang diunggulkan untuk menang. Namun, dalam format grup yang panjang, satu poin masih berharga. Tuchel dalam konferensi pers mengatakan, “Kami mendominasi tetapi tidak efisien. Kami harus belajar dari kesalahan ini. Masih ada dua pertandingan lagi.” Sementara itu, kapten Croatia Luka Modric mengaku senang bisa menahan imbang tim sekelas Inggris. “Kami tahu mereka kuat, tetapi kami punya mentalitas pejuang. Ini modal bagus untuk pertandingan selanjutnya.”

Laga England vs Croatia ini juga diwarnai insiden di luar lapangan. Beberapa suporter Inggris diminta menurunkan bendera St George karena dianggap menutupi papan iklan elektronik yang berisi petunjuk evakuasi. FIFA dan pihak stadion beralasan hal itu demi keamanan. Meski demikian, atmosfer pertandingan tetap meriah dengan dukungan dari ribuan penonton yang memadati stadion.

Dengan hasil ini, Grup L menjadi semakin terbuka. Inggris akan menghadapi lawan berikutnya, sementara Croatia juga harus menjaga konsistensi. Bagi Inggris, tekanan untuk mengakhiri puasa gelar 60 tahun semakin besar. Apakah Tuchel mampu membawa perubahan? Semua akan terjawab dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya. Satu hal yang pasti, England vs Croatia kembali menyajikan drama yang tak terlupakan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan