Manzambi Bersinar, Swiss Hancurkan Aljazair 2-0 dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Suara Pecari | VANCOUVER – Bintang muda Swiss, Johan Manzambi, kembali menjadi pusat perhatian saat timnya mengalahkan Aljazair 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BC Place Stadium, Kamis malam. Pemain berusia 20 tahun itu memberikan assist brilian untuk gol pembuka Breel Embolo, memastikan langkah Swiss ke babak 16 besar untuk keempat kalinya secara beruntun.
Pertandingan yang disaksikan 52.497 penonton ini menjadi panggung bagi Manzambi untuk menunjukkan kecepatan dan kelincahannya. Pada menit ke-10, ia menerobos pertahanan Aljazair, mendekati garis gawang, lalu memberikan umpan terukur kepada Embolo yang dengan mudah menceploskan bola. “Saya pikir 95 persen gol itu adalah Johan,” puji Embolo, penyerang Rennes. Pelatih Murat Yakin menyebut momen itu sebagai “pukulan beruntung” yang memanfaatkan kejeniusan individu pemainnya.
Manzambi, yang kini menjadi andalan lini tengah Swiss, terus menunjukkan konsistensi sejak turnamen dimulai. Ia digantikan oleh Noah Okafor pada menit ke-70 setelah tampil impresif. Kehadirannya memberikan dimensi baru bagi permainan Swiss yang dikenal solid namun kerap kurang kreatif. “Dia pemain luar biasa, membuat kami jauh lebih baik,” ujar Dan Ndoye, pencetak gol kedua Swiss pada menit ke-46.
Gol Ndoye tercipta setelah kesalahan pemain Aljazair Rafik Belghali yang memberikan bola langsung kepada Ndoye. Dengan tendangan kaki kanan tajam, ia menggandakan keunggulan Swiss. Kiper Gregor Kobel hanya melakukan dua penyelamatan, mencatatkan clean sheet keenam Swiss di turnamen ini.
Kapten Granit Xhaka memuji kematangan tim, terutama di fase gugur. “Yang terpenting bukan bagaimana kami bermain, tetapi bagaimana kami lolos,” kata Xhaka. Ia juga menyoroti kontribusi Manzambi sebagai pemain muda yang membawa semangat dan mentalitas juara.
Kemenangan ini membawa Swiss ke babak 16 besar untuk keempat kali beruntun, prestasi yang jarang dicapai tim lain. Mereka akan menghadapi pemenang laga Kolombia vs Ghana pada Selasa depan di Vancouver. Swiss berambisi menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954.
Bagi Aljazair, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Sempat menahan imbang Austria 3-3 di laga pamungkas grup, mereka gagal mengulang pencapaian 2014 saat melaju ke babak 16 besar. Riyad Mahrez, yang mencetak dua gol ke gawang Austria, tidak mampu berbuat banyak karena ketatnya penjagaan Swiss.
Di sisi lain, Swiss terus menunjukkan peningkatan signifikan di sektor pertahanan yang sebelumnya menjadi titik lemah. Disiplin dan soliditas menjadi kunci, seperti diakui Xhaka. “Kami mampu menyeimbangkan kualitas individu dengan kerja sama tim,” tambahnya.
Kesimpulannya, Manzambi telah menjadi simbol kebangkitan Swiss di Piala Dunia 2026. Dengan bakat dan kerja kerasnya, ia tidak hanya membantu tim meraih kemenangan, tetapi juga menginspirasi generasi muda sepak bola Swiss. Langkah selanjutnya adalah menantikan lawan di babak 16 besar, dan Swiss optimis bisa melangkah lebih jauh.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










