Rodri Minta Maaf ke Bernardo Silva Usai Selebrasi Kontroversial di Piala Dunia 2026
Suara Pecari, Insiden panas mewarnai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas, Texas, Senin (6/7/2026) malam waktu setempat. Gelandang Spanyol, Rodri, harus meminta maaf kepada mantan rekan setimnya di Manchester City, Bernardo Silva, setelah aksi selebrasi yang dianggap provokatif saat Bernardo Silva gagal mencetak gol di menit akhir pertandingan.
Spanyol berhasil melaju ke perempat final setelah menang dramatis 1-0 berkat gol Mikel Merino pada masa injury time. Namun, kemenangan tersebut ternoda oleh insiden emosional di penghujung laga. Pada menit ke-90+6, Bernardo Silva mendapatkan peluang emas melalui sundulan meneruskan umpan silang, namun bola masih melambung di atas gawang Spanyol. Rodri, yang berada di dekatnya, merayakan kegagalan tersebut tepat di depan wajah Bernardo Silva, memicu kemarahan pemain Portugal itu. Bernardo Silva terlihat mengejar Rodri dan nyaris terlibat konfrontasi sebelum dilerai kiper Spanyol Unai Simon dan bek Aymeric Laporte.
Setelah pertandingan, Rodri mengakui kesalahannya. “Saya melakukan kesalahan karena merayakan ketika dia melewatkan peluang. Saya langsung meminta maaf kepadanya. Tapi masalah sudah selesai karena kepercayaan yang kami miliki,” ujar Rodri kepada wartawan. Permintaan maaf ini disambut baik oleh Bernardo Silva, meskipun kekalahan pahit masih membekas. Kekalahan ini juga menandai akhir perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026, sekaligus memunculkan spekulasi tentang masa depan sejumlah pemain senior, termasuk Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun.
Di sisi lain, Rodri yang merupakan pemenang Ballon d’Or tampil dominan di lini tengah dengan 106 sentuhan bola dan 87 umpan sukses. Ia kini bersiap menghadapi Belgia di perempat final pada 10 Juli. Insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang sportivitas, meski hubungan pribadi keduanya tetap terjaga baik.
Kesimpulannya, insiden selebrasi Rodri terhadap Bernardo Silva menjadi sorotan di tengah panasnya persaingan Piala Dunia. Namun, permintaan maaf yang tulus menunjukkan bahwa persahabatan di atas lapangan tetap bisa dipertahankan meskipun rivalitas sengit.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










