Cederanya Santiago Giménez Mengancam Masa Depannya di AC Milan di Bawah Ruben Amorim
Suara Pecari, Masa depan Santiago Giménez di AC Milan tengah berada di ujung tanduk. Striker asal Meksiko itu mengalami cedera ankle serius saat membela tim nasional dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Inggris, yang berakhir dengan kekalahan 2-1. Cedera yang diderita Santiago Giménez bukanlah cedera ringan: diagnosis medis menyebutkan keseleo ankle derajat dua pada pergelangan kaki kanan yang sama yang pernah dioperasi pada Februari lalu. Dengan perkiraan waktu pemulihan hingga delapan pekan, situasi ini menjadi pukulan telak bagi pemain berusia 25 tahun yang tengah berjuang merebut tempat utama di lini depan Rossoneri.
Kedatangan pelatih anyar Ruben Amorim ke Milanello pekan ini langsung diiringi dengan gelombang perubahan besar. Amorim, yang dikenal dengan pendekatan tegasnya, telah menyusun daftar pemain yang akan dijual, dan nama Santiago Giménez masuk dalam daftar tersebut. Klub dikabarkan sudah mencari pembeli untuk sang striker dengan nilai transfer di atas €21 juta, terutama setelah kedatangan Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain seharga €75 juta. Ramos, yang menandatangani kontrak hingga 2031, menjadi prioritas utama Amorim di lini depan, membuat posisi Santiago Giménez semakin terpinggirkan.
Cedera yang dialami Santiago Giménez terjadi pada menit ke-98 saat ia berusaha merebut bola liar dan berbenturan dengan bek Inggris, Djed Spence. Ia langsung jatuh sambil memegang pergelangan kaki kanan dan harus ditarik keluar. Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengonfirmasi bahwa tidak ada patah tulang, namun cedera tersebut cukup parah sehingga memerlukan rehabilitasi panjang. Ini menjadi ironi mengingat Santiago Giménez sebelumnya telah absen lama karena operasi ankle yang sama, dan kini ia harus kembali memulai dari awal.
Di sisi lain, AC Milan di bawah Amorim sedang melakukan perombakan besar-besaran. Selain Ramos, klub juga mendatangkan Mario Gila dari Lazio dan berencana melepas sejumlah pemain seperti Youssouf Fofana, Rafael Leão, Ruben Loftus-Cheek, dan Fikayo Tomori. Dalam situasi ini, Santiago Giménez yang cedera dan tidak bisa bermain hingga awal musim depan menjadi beban yang ingin segera dilepaskan. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari klub, spekulasi semakin kuat bahwa masa depan Santiago Giménez di San Siro akan segera berakhir.
Kritik juga datang dari publik Meksiko setelah penampilannya yang dianggap kurang impresif saat masuk sebagai pemain pengganti. Banyak yang meragukan kontribusinya dalam pertandingan krusial tersebut, memperparah tekanan yang ia hadapi. Dengan cedera yang membutuhkan waktu pemulihan lama dan persaingan yang semakin ketat, Santiago Giménez harus berjuang ekstra keras untuk mempertahankan tempatnya, entah di AC Milan atau klub lain.
Kesimpulannya, kombinasi cedera serius, perubahan manajemen, dan kedatangan striker baru membuat posisi Santiago Giménez di AC Milan sangat genting. Jika ia tidak segera pulih dan menunjukkan performa terbaik, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bagian dari pemain yang didepak Amorim pada bursa transfer musim panas ini. Nasib Santiago Giménez kini berada di tangan waktu dan keputusan klub.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









