Kiper Argentina Emiliano Martínez Akui Performa Buruk Usai Comeback Dramatis Lawan Mesir
Suara Pecari, Atlanta – Kiper andalan Argentina, Emiliano Martínez, menjadi sorotan setelah pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis. Meskipun Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir, Martínez mengakui bahwa penampilannya jauh dari kata memuaskan. Dalam wawancara usai laga, ia menyatakan kekecewaannya karena tidak mampu membantu tim saat tertinggal 0-2.
Pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium pada Selasa (7/7/2026) malam WIB tersebut menyajikan ketegangan tinggi. Mesir tampil mengejutkan dengan mencetak dua gol lebih dulu melalui sundulan Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan gol Mostafa Ziko pada menit ke-58. Dua gol tersebut membuat Emiliano Martínez harus memungut bola dari gawangnya dua kali, sebuah catatan yang membuatnya frustrasi.
“Setelah tertinggal 2-0, saya merasa tidak bisa membantu siapa pun. Saya tidak suka perasaan itu. Saya pikir momen saya akan segera tiba. Saya harus membantu mereka lebih banyak; mereka telah menyelamatkan saya di beberapa pertandingan, dan sekarang giliran saya untuk melakukannya,” ujar Emiliano Martínez dengan nada menyesal.
Meskipun demikian, pelatih Lionel Scaloni tetap memberikan kepercayaan penuh kepada kiper Aston Villa tersebut. Scaloni melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Lautaro Martínez dan Nicolás González untuk menambah daya gedor. Perubahan ini membuahkan hasil ketika Argentina berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya menang berkat gol penentu di menit-menit akhir.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke perempat final, namun performa Emiliano Martínez masih menjadi perhatian. Sebelumnya, ia juga kebobolan dua gol dari Cape Verde di babak 32 besar. Catatan ini membuatnya tidak masuk dalam jajaran favorit peraih Golden Glove Piala Dunia 2026, di mana Unai Simón dari Spanyol kini menjadi unggulan utama dengan odds +220, sementara Martínez berada di posisi ketiga dengan odds +480.
Di sisi lain, ketertarikan Juventus terhadap Emiliano Martínez semakin menguat. CEO Juventus, Giovanni Carnevali, mengakui bahwa klub Serie A tersebut menjadikan Martínez sebagai target utama untuk posisi penjaga gawang pada bursa transfer musim panas. Namun, negosiasi diprediksi akan berjalan alot mengingat harga yang dipatok Aston Villa cukup tinggi. Carnevali menyatakan bahwa angka yang diminta untuk beberapa pemain target dinilai tidak realistis, sehingga keputusan final akan menunggu hingga Piala Dunia selesai.
Meskipun mendapat kritik dari dirinya sendiri, Emiliano Martínez tetap menjadi pilar penting Argentina. Rekam jejaknya sejak debut pada 2021 menunjukkan konsistensi, dengan lebih dari 60 penampilan internasional dan lebih dari 40 clean sheet. Pada Piala Dunia 2022, ia menjadi pahlawan dengan penampilan gemilang, termasuk penyelamatan penalti krusial. Kini, ia bertekad untuk bangkit dan membuktikan kualitasnya di sisa turnamen.
Argentina sendiri akan menghadapi lawan tangguh di perempat final. Dukungan penuh dari rekan setim dan kepercayaan pelatih diharapkan mampu mengembalikan performa terbaik Emiliano Martínez. Bagi para penggemar, momen ini menjadi ujian mental bagi kiper berusia 33 tahun tersebut untuk kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










