Neil El Aynaoui Tampil Gemilang Meski Maroko Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Neil El Aynaoui Tampil Gemilang Meski Maroko Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Suara Pecari, Gelandang muda Maroko, Neil El Aynaoui, menjadi sorotan dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Maroko dan Prancis di Gillette Stadium, Foxborough, Kamis (9/7/2026) waktu setempat. Meski timnya harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 2-0, penampilan Neil El Aynaoui di lini tengah mendapat pujian dari berbagai pihak. Ia menjadi motor serangan sekaligus penghalang utama bagi permainan ofensif Prancis, terutama dalam mengawal pergerakan Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé di babak pertama.

Neil El Aynaoui, yang bermain sebagai gelandang tengah dalam formasi 4-2-3-1 milik pelatih Mohamed Ouahbi, menunjukkan ketenangan dan visi bermain yang luar biasa. Bersama Ayyoub Bouaddi, ia berhasil memutus aliran bola Prancis pada 45 menit pertama, membuat Les Bleus kesulitan menembus pertahanan Maroko. Umpan-umpan terobosan Neil El Aynaoui beberapa kali hampir membahayakan gawang Mike Maignan, meski belum berbuah gol.

Namun, keunggulan individu Mbappé akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-60. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Maroko, yang sebelumnya tampil percaya diri. Enam menit berselang, Dembélé menggandakan keunggulan Prancis. Meski tertinggal, Neil El Aynaoui tidak menyerah. Ia terus berjuang di lini tengah dan nyaris mencetak gol melalui sundulan dari sepak pojok pada menit-menit akhir, namun kiper Prancis masih bisa mengamankan bola.

Penampilan Neil El Aynaoui sepanjang turnamen ini memang konsisten. Sejak babak grup, ia menjadi andalan di lini tengah Maroko, mengatur tempo permainan dan membantu pertahanan. Dalam laga melawan Kanada, ia turut berkontribusi dalam kemenangan 3-0 yang membawa Maroko ke perempat final. Meski langkah Maroko terhenti, Neil El Aynaoui berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu gelandang muda bertalenta di Piala Dunia 2026.

Pelatih Ouahbi memberikan kepercayaan penuh kepada Neil El Aynaoui dengan menurunkannya sebagai starter, mengesampingkan Ismael Saibari yang lebih berpengalaman. Keputusan ini terbukti tepat karena Neil El Aynaoui mampu menjalankan perannya dengan baik, meski hasil akhir tidak sesuai harapan. Ke depannya, pemain berusia 22 tahun ini diprediksi akan menjadi pilar utama timnas Maroko untuk turnamen-turnamen mendatang.

Prancis sendiri akan melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang antara Spanyol dan Belgia. Sementara bagi Maroko, kegagalan ini menjadi pelajaran berharga. Dengan pemain seperti Neil El Aynaoui yang terus berkembang, masa depan sepak bola Maroko tetap cerah. Para penggemar Atlas Lions bisa berharap banyak dari generasi emas ini, terutama setelah sukses menembus semifinal pada edisi 2022.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *