Pembalasan Manis Janice Tjen di Japan Open: Gagal di Tunggal, Tembus Final Ganda Putri

Suara Pecari, Osaka – Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, berhasil melaju ke final nomor ganda putri Japan Open 2026 setelah memenangkan pertandingan semifinal yang berlangsung ketat di Osaka, Jepang, Jumat (23/10). Meski gagal melaju di nomor tunggal setelah kalah di babak 32 besar, pencapaian Janice di nomor ganda menjadi pembalasan manis sekaligus menunjukkan konsistensi performanya.

Kemenangan Dramatis di Semifinal Ganda Putri

Bersama petenis asal Australia, Storm Hunter, Janice Tjen yang menjadi unggulan pertama berhasil menundukkan pasangan Eropa, Isabelle Haverlag dan Lilli Tagger. Pertandingan berlangsung sengit hingga rubber set dengan skor 6-2, 5-7, dan 10-8 pada babak super tie-break. Durasi pertandingan mencapai satu jam 26 menit.

Baca juga:

Janice dan Storm memulai laga dengan sangat dominan di set pertama, mengungguli lawan dengan skor 6-2. Namun di set kedua, Haverlag-Tagger bangkit dan berhasil merebut kemenangan 7-5 sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke super tie-break. Pada masa kritis perebutan 10 poin tersebut, ketenangan dan kedisiplinan Janice dan Storm menjadi kunci kemenangan tipis 10-8.

Konsistensi Performanya di Ganda Putri

Sebelum mencapai semifinal, Janice dan Storm sudah menunjukkan performa solid dengan mengalahkan beberapa pasangan tangguh seperti Ingrid Martins-Sara Sorribes Tormo dari Brasil-Spanyol dan pasangan Taiwan Ya-Hsin Lee-Fang-Hsien Wu. Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi duet Indonesia-Australia tersebut untuk meraih gelar juara di turnamen tenis bergengsi di Jepang tersebut.

Pelampiasan Usai Tersingkir di Nomor Tunggal

Janice Tjen sebelumnya harus mengakhiri perjuangannya di nomor tunggal setelah kalah dari petenis Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, di babak 32 besar. Meskipun begitu, janji untuk tampil maksimal di nomor ganda tetap terjaga dan hasilnya terbukti dengan keberhasilan menembus final.

Signifikansi dan Dampak

Kemenangan Janice Tjen di nomor ganda putri Japan Open 2026 menunjukkan kemampuan adaptasi dan kekuatan mentalnya meskipun mengalami kegagalan di nomor tunggal. Prestasi ini membuktikan potensi besar tenis putri Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam nomor ganda. Kesuksesan ini juga memberikan motivasi bagi atlet tenis lainnya untuk terus berjuang dan menjaga konsistensi di berbagai nomor pertandingan.

Baca juga:

Janice dan Storm kini berpeluang untuk menambah koleksi gelar juara mereka pada laga final yang akan datang, memperkuat posisi mereka sebagai pasangan unggulan utama dalam turnamen ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *