Antrean Panjang di Ketapang Akibat Cuaca Buruk, ASDP Berikan Penjelasan

Antrean Panjang di Ketapang Akibat Cuaca Buruk, ASDP Berikan Penjelasan

Suara Pecari |

KabarBaik.co, Banyuwangi – Arus penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk mengalami gangguan akibat cuaca buruk yang melanda Selat Bali dalam beberapa hari terakhir. Hingga hari Jumat (22/5), antrean kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih terlihat panjang. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengungkapkan bahwa hujan deras disertai angin kencang selama tiga hari terakhir membuat operasional kapal mengalami keterlambatan demi menjaga keselamatan pelayaran. “Kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat waktu olah gerak kapal terhambat, kami harus mempertimbangkan faktor arus dan keselamatan,” jelas Arief pada Jumat. Meski seluruh armada kapal beroperasi secara normal, keterlambatan dalam jadwal keberangkatan mengakibatkan berkurangnya jumlah trip, terutama di dermaga LCM dan MB4 yang melayani kendaraan logistik. Arief menjelaskan bahwa selama tiga hari terakhir terjadi penurunan sekitar 30 trip. Biasanya, jumlah trip mencapai 70-an, tetapi pada hari itu hanya sekitar 40 trip yang dapat dilayani. Penurunan jumlah trip berkontribusi pada antrean kendaraan logistik yang ingin menyeberang ke Gilimanuk. Meskipun ada sedikit peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang, Arief menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak signifikan dibandingkan dengan periode angkutan sebelumnya. “Antrean yang terjadi murni disebabkan oleh cuaca buruk. Lintasan Ketapang-Gilimanuk adalah jalur sibuk bagi kendaraan logistik, sehingga keterlambatan penyeberangan langsung berimbas pada antrean panjang,” katanya. Dengan cuaca yang mulai membaik, ASDP menargetkan agar antrean kendaraan dapat terurai pada malam hari atau dini hari keesokan harinya. “Kami berharap antrean bisa teratasi malam ini atau dini hari nanti,” imbuh Arief. Hingga saat ini, belum ada rekomendasi penutupan pelayaran dari BMKG. ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG, BPTD, dan kepolisian untuk mengatur arus kendaraan di pelabuhan. Selain itu, kantung parkir Bulusan dioptimalkan untuk menampung hingga 400 kendaraan truk besar sebelum memasuki area pelabuhan sesuai antrean. “Kendaraan pribadi dan kecil, bus, serta sepeda motor dapat masuk ke pelabuhan tanpa masalah. Namun, mayoritas antrean merupakan kendaraan logistik,” tutupnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan