Komunitas Relawan Parekraf Sebut Pelemahan Rupiah Meningkatkan Daya Beli Wisman

Komunitas Relawan Parekraf Sebut Pelemahan Rupiah Meningkatkan Daya Beli Wisman

Suara Pecari | Komunitas relawan pariwisata Indonesia menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah menjadi peluang bagi sektor pariwisata Indonesia. Hal ini karena wisatawan mancanegara memiliki daya beli yang lebih besar saat menukarkan mata uang negaranya ke rupiah.

Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Nasional, Siti Chotijah, mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi wisata. Wisatawan asing memiliki daya beli yang lebih besar saat menukarkan mata uang negaranya ke rupiah, sehingga mereka lebih leluasa berbelanja dan melakukan perjalanan wisata di Indonesia.

Siti Chotijah juga mencontohkan pengalaman wisatawan Malaysia yang sempat viral karena merasa diuntungkan saat berbelanja di Indonesia. Nilai tukar ringgit yang lebih kuat membuat wisatawan dapat membeli lebih banyak barang dan oleh-oleh.

Dia menambahkan bahwa peluang tersebut harus diimbangi kesiapan sektor pariwisata nasional. Ketersediaan transportasi, promosi destinasi, dan kualitas layanan perlu terus diperkuat.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka tersebut naik 14,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 7,22 persen secara tahunan.

Kunjungan terbanyak tercatat melalui Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. Wisatawan pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbanyak dengan porsi 16,65 persen, diikuti oleh wisatawan Australia sebesar 12,65 persen dan Tiongkok sebesar 10,73 persen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan