Usung Bring the Festival Home, Brand Lokal Jogja Bawa Sofa ke Prambanan Jazz
Mengusung Konsep Rumah di Tengah Festival
Suara Pecari, Puluhan ribu pengunjung memadati kawasan Candi Prambanan pada Jumat (37) untuk menyaksikan gelaran Prambanan Jazz Festival 2026. Di tengah hingar-bingar musik dan ribuan penonton yang rela berdiri berjam-jam, sebuah inovasi unik hadir: sofa-sofa empuk yang tersebar di area festival. Brand sofa lokal asal Yogyakarta, Lovise, untuk ketiga kalinya berkolaborasi dengan Prambanan Jazz, kali ini dengan kampanye bertajuk “Bring the Festival Home”.
Marketing Communication Lovise, Habib Ahmad Hasbullah, menjelaskan bahwa kampanye ini lahir dari filosofi yang diusung pendiri Prambanan Jazz, Anas Syahrul Alimi, yang menyebut festival sebagai “rumah untuk pulang”. “Kami membawa kehangatan rumah ke dalam festival, selaras dengan harapan Pak Anas bahwa festival bukan sekadar tempat hiburan, tetapi sebagai rumah untuk pulang dan bercengkrama,” ujarnya di booth Lovise, Jumat (37).
Kolaborasi yang Berkelanjutan
Lovise telah mendukung Prambanan Jazz sejak 2024. Tahun ini, partisipasi mereka lebih masif dengan menghadirkan sofa tidak hanya di booth, tetapi juga di area interview dan backstage khusus untuk para guest star. Sofa-sofa tersebut didesain khusus dengan sentuhan tematik Prambanan Jazz, menciptakan suasana yang hangat dan eksklusif. Bagi pengunjung, Lovise menyediakan area duduk yang nyaman di booth mereka, lengkap dengan aktivasi interaktif seperti sesi duduk bareng dan workshop membuat bag charm gratis.
Dampak bagi Pengunjung
Rahma, seorang pengunjung asal Sukabumi, mengaku baru pertama kali melihat sofa di konser. “Konser kan berjam-jam, kalau ada tempat duduk membantu kita istirahat,” katanya. Inisiatif ini mendapat sambutan positif, terutama bagi mereka yang ingin melepas penat di sela menikmati penampilan musisi favorit. Kehadiran sofa juga menciptakan titik kumpul alternatif, memperkuat interaksi sosial di antara pengunjung.
Lebih dari Sekadar Tempat Duduk
Kampanye Bring the Festival Home tidak sekadar menyediakan sofa. Lovise ingin mengubah pengalaman festival menjadi lebih personal dan intim. “Dari rumah hingga festival, dari momen personal hingga momen yang dirayakan bersama,” tambah Habib. Aktivasi seperti membuat bag charm memungkinkan pengunjung membawa pulang kenang-kenangan, memperkuat ikatan emosional antara brand dan konsumen.
Bagi Lovise, kolaborasi ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Dengan memadukan kenyamanan rumah tangga ke dalam ruang publik festival, Lovise berhasil menciptakan diferensiasi yang kuat di pasar furniture lokal.
Kronologi Kolaborasi
- 2024: Lovise pertama kali mendukung Prambanan Jazz dengan menyediakan sofa di area VIP dan backstage.
- 2025: Partisipasi diperluas dengan booth interaktif di area festival, menarik minat pengunjung untuk mencoba sofa.
- 2026: Kampanye Bring the Festival Home diluncurkan, menghadirkan sofa di tiga titik strategis, aktivasi bag charm, dan desain sofa khusus untuk guest star.
Dampak bagi Industri Kreatif Lokal
Kolaborasi antara brand lokal dan acara berskala nasional seperti Prambanan Jazz menunjukkan potensi besar sinergi industri kreatif. Lovise, sebagai brand furniture asal Yogyakarta, berhasil memanfaatkan platform festival untuk membangun brand awareness sekaligus mengedukasi konsumen tentang pentingnya kenyamanan di ruang publik. Langkah ini juga mendorong brand lokal lain untuk berinovasi dalam pendekatan pemasaran yang lebih experiential.
Menurut data internal Lovise, partisipasi mereka di Prambanan Jazz 2025 berhasil meningkatkan penjualan sebesar 30% dalam tiga bulan setelah festival. Tahun ini, dengan konsep yang lebih matang, target peningkatan penjualan dipatok lebih tinggi, serta penguatan citra brand sebagai pelopor “festival comfort”.
Implikasi bagi Penyelenggara Festival
Prambanan Jazz Festival, yang sudah dikenal sebagai salah satu festival musik terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Kolaborasi dengan Lovise menjadi contoh bagaimana festival dapat mengintegrasikan elemen kenyamanan tanpa mengurangi esensi musik. Ke depannya, tren ini mungkin akan diadopsi oleh festival-festival lain, mengingat tingginya antusiasme pengunjung terhadap area duduk yang nyaman.
Penutup
Di tengah gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan, sofa-sofa Lovise menjadi oase kecil yang mengingatkan bahwa festival bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang rasa pulang. Kampanye Bring the Festival Home berhasil membuktikan bahwa kenyamanan dan kehangatan rumah bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah keramaian ribuan orang. Seperti kata Habib, “Ini bukan sekadar sofa, ini undangan untuk pulang.”
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










