Disbudpar Jatim Gelar Festival Inovasi Produk Dongkrak Pelaku UMKM Kopi Daerah
Suara Pecari | Surabaya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur menggelar Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 di Lapangan Atletik Unesa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ajang promosi produk ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM, khususnya di sektor kopi daerah. Dengan mengusung tema inovasi, festival ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing pelaku UMKM kopi lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Latar Belakang dan Tujuan Festival
Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jatim, Ali Afandi, Kamis 2 Juli 2026 menjelaskan, festival ini diikuti sekitar 20 tenant UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kopi Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, hingga aneka camilan. “Festival ini diharapkan mampu meningkatkan interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, para pelaku industri kreatif memiliki kesempatan memperluas jejaring sekaligus memperkuat daya saing produk yang mereka hasilkan,” ujar Ali Afandi.
Festival ini bukan sekadar pameran produk. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi kreatif. “Kehadiran festival ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal sebagai bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata Jawa Timur. Seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil inovasi pelaku usaha daerah yang memiliki potensi berkembang lebih luas,” kata Ali.
Produk Unggulan dan Inovasi yang Ditampilkan
Para pengunjung dapat menikmati berbagai produk kopi khas Nusantara, mulai dari kopi robusta hingga arabika, serta produk olahan kopi seperti minuman siap saji, kopi bubuk kemasan, hingga camilan berbasis kopi. Tak hanya itu, produk cokelat, teh, dan makanan olahan lainnya juga turut memeriahkan festival. Berikut adalah daftar produk unggulan yang dipamerkan:
| No | Jenis Produk | Asal Daerah | Inovasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Kopi Robusta | Surabaya | Kopi cold brew siap minum |
| 2 | Kopi Arabika | Gresik | Kopi blend dengan rempah lokal |
| 3 | Cokelat | Sidoarjo | Cokelat isi kopi dan kacang |
| 4 | Teh Herbal | Surabaya | Teh kombucha rasa kopi |
| 5 | Makanan Olahan | Gresik | Keripik singkong rasa kopi |
Tantangan dan Harapan Pelaku UMKM
Menurut Ali Afandi, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa peningkatan kapasitas produksi, penguatan kualitas produk, hingga kemampuan bersaing di pasar nasional maupun internasional. Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi tonggak kemajuan industri kreatif di Jawa Timur. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Jawa Timur mampu menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM kopi daerah antara lain:
- Keterbatasan modal untuk mengembangkan kapasitas produksi dan pemasaran.
- Kualitas produk yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai standar pasar modern.
- Jaringan distribusi yang terbatas, terutama untuk menjangkau pasar di luar daerah.
- Kurangnya pengetahuan tentang strategi branding dan digital marketing.
Melalui festival ini, Disbudpar Jatim berupaya memberikan solusi dengan menyediakan ruang pameran, diskusi bisnis, dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Selain itu, festival juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk-produk inovatif yang dapat menjadi daya tarik wisata baru di Jawa Timur.
Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata ini tidak hanya berdampak bagi pelaku UMKM, tetapi juga bagi sektor pariwisata Jawa Timur. Dengan menampilkan produk-produk unggulan lokal, festival ini dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah-daerah penghasil kopi di Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru melalui pengembangan industri kreatif.
Dalam jangka panjang, diharapkan produk-produk UMKM kopi daerah dapat menjadi oleh-oleh khas yang dicari wisatawan, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM.
Penutup Naratif
Di tengah hiruk-pikuk Lapangan Atletik Unesa, aroma kopi dan cokelat berpadu dengan semangat para pelaku UMKM yang antusias memamerkan karya terbaik mereka. Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan cerminan optimisme bahwa produk lokal mampu bersaing di kancah global. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi semua pihak, Jawa Timur berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif yang tak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di dunia. Langkah kecil hari ini adalah lompatan besar bagi masa depan UMKM kopi daerah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






