KDM Yakin Bandara Husein Kembali Beroperasi Dorong Turis Asing ke Bandung
Suara Pecari, Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) optimistis rencana kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara pada Agustus 2026 akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi Kota Bandung. Menurutnya, keberadaan bandara tersebut akan menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, untuk kembali berkunjung ke Kota Kembang.
Dedi menuturkan bahwa wisatawan asing tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati berbagai layanan jasa khas Bandung, seperti perawatan rambut, potong rambut, perawatan wajah, dan lainnya. Hal ini diungkapkannya usai penandatanganan NPHD dan BAST Hibah Jalan Cihampelas di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7).
Dampak Ekonomi dari Lama Tinggal Wisatawan
Menurut Dedi, semakin lama wisatawan menginap di Bandung akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama sektor perhotelan, restoran, dan usaha jasa lainnya. “Karena kota itu sumber pendapatannya ya pajak hotel dan restoran. Sehingga itu yang harus menjadi tempat kunjungan banyak orang,” ujarnya.
Meski optimistis, Dedi menilai pengaktifan kembali Bandara Husein harus diiringi dengan pembenahan kawasan perkotaan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik selama berada di Bandung.
Persiapan Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pengaktifan kembali Bandara Husein merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Farhan mengaku sempat berdiskusi dengan Dedi Mulyadi dan kemudian membagi peran: Dedi mengurus aspek politik tingkat atas, sementara Farhan fokus pada gimik dan persiapan teknis.
Farhan menjelaskan bahwa upaya tersebut membuahkan hasil setelah terbitnya Instruksi Presiden yang menjadi dasar pengaktifan bandara. Kini, Pemkot Bandung fokus membenahi infrastruktur pendukung, seperti kondisi jalan di sekitar bandara, pelayanan transportasi, dan parkir.
“Jangan sampai penumpang turun atau penumpang mau naik merasakan bahwa Bandung belum siap, taksi belum beres, parkir berantakan, jalan masih rusak. Nah, itu yang enggak boleh terjadi,” tegas Farhan.
Pemkot Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah mulai memperbaiki ruas jalan di sekitar Bandara Husein. Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama tim ekonomi juga menyiapkan program promosi wisata untuk memberikan alasan bagi wisatawan memilih terbang ke Bandung, meski harga tiket pesawat saat ini relatif tinggi.
“Kami bersama tim ekonomi dan Disbudpar akan mendesain berbagai macam bentuk promo agar orang bisa tahu dan memberikan alasan, kenapa mesti bayar lebih untuk terbang datang ke Bandung,” tutur Farhan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










