Kemendikdasmen Dorong Pendidikan yang Bentuk Karakter dan Kepedulian Sosial

Kemendikdasmen Dorong Pendidikan yang Bentuk Karakter dan Kepedulian Sosial

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pendidikan harus lebih dari sekadar pencapaian akademik. Staf Khusus Menteri, Rita Pranawati, menyatakan bahwa pendidikan harus mampu membentuk karakter, kemanusiaan, dan kepedulian sosial siswa.

Rita menekankan bahwa pendidikan sejati adalah proses memanusiakan manusia, sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara. Ia menambahkan bahwa pendidikan harus mengembangkan potensi individu secara utuh melalui olah pikir, hati, dan rasa.

“Pendidikan sejatinya adalah proses yang dilaksanakan dengan tulus untuk memanusiakan manusia. Menemukan dan menumbuhkan fitrah serta potensi terbaik dalam diri setiap insan,” ujar Rita dalam acara National Symposium: 70 Tahun Antarbudaya AFS di Jakarta Selatan.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap keberagaman budaya sangat penting dalam pendidikan karakter generasi muda. Kemampuan untuk memahami, menghargai, dan merangkul perbedaan adalah nilai kemanusiaan yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Rita mengajak agar pola pikir maju dibangun dalam diri peserta didik agar mereka siap bersaing di kancah global. Ia menekankan bahwa perbedaan budaya seharusnya dilihat sebagai jembatan pembelajaran, bukan penghalang untuk mengembangkan wawasan generasi muda.

“Perbedaan budaya bukanlah tembok pemisah, tetapi jembatan untuk belajar. Dunia adalah kelas kita dan belajar tidak berhenti di ruang kelas,” tegasnya.

Rita juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di dalam sekolah. Perkembangan dunia saat ini harus dilihat sebagai ruang belajar yang luas bagi anak-anak untuk menambah pengalaman dan pengetahuan mereka.

Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya pendidikan antarbudaya dalam membentuk generasi masa depan Indonesia. Ia mengatakan bahwa generasi muda harus mampu menjadi warga global tanpa kehilangan identitas kebangsaan mereka sebagai bangsa Indonesia.

“Menjadi warga global tanpa kehilangan jati diri sebagai Indonesia adalah kekuatan generasi masa depan, khususnya yang dibangun melalui pendidikan antarbudaya,” kata Abdul Mu’ti.

Upaya Kemendikdasmen ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kepedulian sosial yang tinggi. Pendidikan yang holistik ini menjadi landasan penting bagi perkembangan bangsa di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan