Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Bahasa di Perguruan Tinggi untuk Martabatkan Bahasa Indonesia

Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Bahasa di Perguruan Tinggi untuk Martabatkan Bahasa Indonesia

Langkah Strategis Badan Bahasa

Suara Pecari | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) terus memperkuat gerakan pemartabatan bahasa Indonesia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kali ini, Badan Bahasa menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di Medan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Medan pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari partisipasi semesta pendidikan. Ia menekankan bahwa kampus memiliki peran vital dalam pengembangan bahasa. “Naskah kerja sama ini menjadi wujud komitmen sinergi antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi. Fokusnya pada literasi, BIPA, dan pemartabatan bahasa,” ujar Hafidz dalam keterangan tertulis. Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter bangsa. Oleh karena itu, keseimbangan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing harus dijaga di lingkungan pendidikan.

Dukungan dari Perguruan Tinggi

Rektor UMSU, Akrim, menyambut positif kerja sama ini. Ia optimistis bahwa bahasa Indonesia akan semakin diakui di kancah global. “Bahasa Indonesia memiliki potensi besar di kancah internasional. Kami yakin pengaruhnya akan semakin luas,” kata Akrim. UMSU selama ini telah aktif mengembangkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Program ini menjadi modal penting untuk internasionalisasi bahasa Indonesia. Sementara itu, Wakil Rektor UNPRI, Abdi Darma, menilai kolaborasi ini sangat strategis. “Kolaborasi ini membuka ruang penguatan BIPA dan internasionalisasi kampus. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan luas,” ujarnya.

Program Unggulan dalam Kerja Sama

Dalam kerja sama ini, terdapat beberapa program unggulan yang akan dijalankan, antara lain:

  • Pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif.
  • Pelatihan dan sertifikasi pengajar BIPA bagi dosen dan mahasiswa.
  • Penyelenggaraan seminar, lokakarya, dan konferensi kebahasaan tingkat nasional dan internasional.
  • Peningkatan literasi digital berbasis bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa.
  • Program pemartabatan bahasa Indonesia melalui kegiatan seni dan budaya kampus.

Selain itu, kedua perguruan tinggi juga akan berperan sebagai pusat pengembangan dan pengkajian bahasa daerah di wilayah Sumatra Utara. Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian bahasa daerah yang juga menjadi perhatian Badan Bahasa.

Dampak dan Implikasi bagi Dunia Pendidikan

Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi internal kampus tetapi juga bagi masyarakat umum. Berikut adalah beberapa dampak yang diantisipasi:

AspekDampak
AkademikPeningkatan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia dan BIPA di perguruan tinggi.
SosialMeningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.
EkonomiTerbukanya peluang ekonomi kreatif berbasis bahasa, seperti penerbitan dan jasa penerjemahan.
InternasionalMemperkuat posisi bahasa Indonesia di forum internasional dan menarik minat penutur asing untuk belajar BIPA.

Dengan adanya program ini, diharapkan bahasa Indonesia tidak hanya menjadi bahasa pengantar di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing sebagai bahasa global. Hafidz Muksin menambahkan, “Kami ingin bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmu pengetahuan yang diakui dunia. Kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci untuk mewujudkannya.”

Kronologi Peristiwa

Berikut adalah kronologi peristiwa terkait penguatan kolaborasi bahasa ini:

  1. Awal 2026: Badan Bahasa mulai merancang program perluasan kemitraan dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
  2. Maret 2026: Dilakukan survei dan identifikasi potensi perguruan tinggi di Sumatra Utara yang memiliki program BIPA dan literasi yang kuat.
  3. Mei 2026: Negosiasi awal antara Badan Bahasa dengan UMSU dan UNPRI mengenai ruang lingkup kerja sama.
  4. 13 Juni 2026: Penandatanganan naskah kerja sama di Medan, disaksikan oleh pejabat daerah dan akademisi.
  5. Juli 2026: Rencana pelaksanaan program pertama berupa pelatihan pengajar BIPA di kedua universitas.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Kemendikdasmen untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Sebelumnya, Badan Bahasa juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di luar negeri untuk pengajaran BIPA.

Penutup Naratif

Di tengah arus globalisasi yang semakin deras, bahasa Indonesia berdiri tegak sebagai jati diri bangsa. Kolaborasi antara Badan Bahasa dan perguruan tinggi seperti UMSU dan UNPRI bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk memartabatkan bahasa Indonesia di mata dunia. Melalui program-program yang terencana dan berkelanjutan, bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi bahasa ilmu pengetahuan, seni, dan diplomasi. Dengan semangat gotong royong, seluruh elemen pendidikan bahu-membahu mengukir sejarah baru bagi bahasa persatuan ini. Semoga sinergi ini menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk turut serta dalam gerakan pemartabatan bahasa Indonesia, sehingga bahasa kita semakin berkibar di pentas global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan