Pelatihan MC KKNI Level 3 Siapkan SDM Profesional di Surabaya

Pelatihan MC KKNI Level 3 Siapkan SDM Profesional di Surabaya

Pelatihan MC KKNI Level 3 Resmi Dibuka di Surabaya

Suara Pecari, Surabaya, 12 Juli 2026 – Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Tahun 2026 dengan jenis keterampilan Master of Ceremony (MC) KKNI Level 3 resmi dibuka di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 6 Juli 2026. Program ini diikuti oleh 17 peserta yang terpilih dan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi sesuai standar nasional.

Program Pendidikan Kecakapan Kerja merupakan salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan. Untuk merealisasikannya, pemerintah bekerja sama dengan LKP Probest Professional Broadcasting School sebagai lembaga penyelenggara. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan komunikasi publik yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Sambutan Pembukaan: Komitmen Menyiapkan MC Profesional

Direktur Probest Professional Broadcasting School, Meriana Candra, mengawali kegiatan dengan menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian acara. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Probest sebagai mitra penyelenggara Program Pendidikan Kecakapan Kerja Tahun 2026. “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi sebagai Master of Ceremony yang profesional, percaya diri, beretika, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujar Meriana dalam sambutannya.

Menurut Meriana, kemampuan komunikasi publik kini menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, industri kreatif, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan profesional. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Resmi Dibuka oleh Staf PAUD PNF

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Irawan, Staf Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD PNF). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Program Pendidikan Kecakapan Kerja merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan nonformal yang berkualitas sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat sesuai kebutuhan dunia kerja. “Pelatihan Master of Ceremony KKNI Level 3 diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional, sehingga tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri di bidang jasa pembawa acara dan komunikasi publik,” kata Irawan.

Kurikulum dan Materi Pelatihan

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran teori dan praktik yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 3. Materi yang diberikan meliputi:

  • Teknik public speaking dan vokal
  • Teknik membawakan acara formal dan nonformal
  • Penguasaan panggung dan manajemen audiens
  • Etika profesi MC
  • Penyusunan naskah acara (script writing)
  • Keterampilan komunikasi sesuai kebutuhan industri

Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga menekankan praktik langsung di lapangan. Peserta akan dihadapkan pada simulasi acara nyata, mulai dari acara formal seperti seminar dan konferensi, hingga acara nonformal seperti pernikahan dan hiburan. Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi peserta.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri

Program PKK MC KKNI Level 3 ini memiliki dampak yang signifikan, baik bagi peserta maupun bagi industri jasa MC di Indonesia. Bagi peserta, pelatihan ini membuka peluang untuk mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga meningkatkan daya saing di pasar kerja. Selain itu, lulusan diharapkan mampu menjadi wirausaha mandiri di bidang jasa MC, yang saat ini permintaannya terus meningkat seiring dengan maraknya acara korporat, pemerintahan, dan hiburan.

Dari sisi industri, kehadiran MC yang tersertifikasi KKNI Level 3 akan meningkatkan standar profesionalisme dalam penyelenggaraan acara. Hal ini penting karena MC bukan sekadar pembawa acara, tetapi juga representasi dari citra penyelenggara. Dengan kompetensi yang terstandar, kualitas acara di Indonesia diharapkan semakin baik.

Pemerintah juga diuntungkan karena program ini sejalan dengan upaya pengembangan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan nonformal yang terstruktur, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengakses pelatihan berkualitas tanpa harus mengikuti jalur pendidikan formal yang panjang.

Kronologi Pelaksanaan Pelatihan

TanggalKegiatan
6 Juli 2026Pembukaan resmi dan sambutan
6-17 Juli 2026Masa pelatihan teori dan praktik
18 Juli 2026Ujian kompetensi dan evaluasi
19 Juli 2026Penutupan dan pembagian sertifikat

Profil Peserta: Beragam Latar Belakang

Ke-17 peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, fresh graduate, hingga pekerja yang ingin beralih profesi. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap profesi MC semakin meningkat. Dengan adanya pelatihan ini, mereka mendapatkan bekal yang tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis dan sesuai standar nasional.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pelatihan

Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pelatihan seperti Probest Professional Broadcasting School, program ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Tidak hanya itu, program ini juga membuka lebih banyak peluang kerja dan wirausaha bagi masyarakat Indonesia. Ke depannya, diharapkan program serupa dapat diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga pemerataan kualitas SDM dapat tercapai.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, keterampilan komunikasi publik menjadi salah satu soft skill yang paling dicari. Pelatihan MC KKNI Level 3 ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan tersebut, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan nonformal dapat menjadi solusi efektif dalam mencetak tenaga profesional yang siap kerja. Dengan semangat kolaborasi, Indonesia terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih cerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *