Dinas Pendidikan Aceh Gelar Lomba Video Tingkat Pelajar untuk Rawat Perdamaian dan Semangat Kemerdekaan
Suara Pecari, Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Aceh ke-21 dan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Aceh menggelar Lomba Video Reels bagi pelajar jenjang SMA, SMK, SLB, dan MA se-Provinsi Aceh. Mengusung tema “Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026: Rawat Perdamaian dalam Semangat Kemerdekaan”, lomba ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan kreatif melalui video pendek yang mengangkat nilai-nilai perdamaian, nasionalisme, dan semangat kebangsaan.
Perdamaian Sebagai Fondasi Pembangunan Aceh
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dalam keterangannya pada Minggu, 5 Juli 2026, menegaskan bahwa kompetisi ini tidak sekadar ajang unjuk kreativitas di ruang digital, tetapi juga media edukasi bagi generasi muda untuk memahami makna perdamaian yang telah dinikmati Aceh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, perdamaian merupakan fondasi utama bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah. Tanpa situasi yang aman dan kondusif, proses belajar mengajar maupun upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia akan sulit berjalan optimal.
“Penguatan nilai-nilai perdamaian sangat penting terus dilakukan. Dengan suasana yang damai, anak-anak kita dapat belajar dengan tenang, guru dapat mengajar dengan nyaman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas untuk membangun daerah. Perdamaian telah membuka banyak ruang bagi Aceh untuk terus berkembang,” ujar Murthalamuddin.
Lahirnya Generasi Unggul Bergantung pada Stabilitas dan Harmoni
Murthalamuddin menambahkan bahwa generasi muda Aceh perlu memahami bahwa perdamaian bukan sekadar catatan sejarah, melainkan modal sosial yang harus dijaga bersama. Lahirnya generasi yang unggul sangat bergantung pada kemampuan masyarakat mempertahankan stabilitas dan kehidupan yang harmonis.
“Anak-anak Aceh harus mengetahui bahwa perdamaian memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Dalam suasana damai, kita memiliki kesempatan mengejar berbagai ketertinggalan yang pernah terjadi akibat konflik yang melanda Aceh. Karena itu, menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelajar,” katanya.
Lomba Video Reels: Menggabungkan Dua Momentum Bersejarah
Sesuai konsep lomba, peserta diminta menggabungkan dua momentum penting, yakni Hari Perdamaian Aceh ke-21 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dalam satu karya video reels. Materi video bersifat bebas selama tetap selaras dengan tema dan ketentuan yang ditetapkan panitia. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa perdamaian dan kemerdekaan adalah dua sisi mata uang yang saling terkait dalam perjalanan bangsa.
Rangkaian Lomba Lain: Puisi Bertema Pahlawan
Selain lomba video reels, Dinas Pendidikan Aceh juga mengadakan lomba puisi bertema pahlawan sebagai bagian dari rangkaian Gebyar Kreativitas Pelajar Aceh 2026. Lomba ini memberikan ruang bagi pelajar yang lebih menyukai ekspresi sastra untuk turut berpartisipasi dalam merayakan semangat kepahlawanan dan perdamaian.
Jadwal dan Mekanisme Pendaftaran
Pendaftaran dan pengunggahan karya dilakukan secara daring melalui tautan atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada poster resmi. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @dinaspendidikanaceh, menandai akun tersebut dalam unggahan, serta menyertakan tagar yang telah ditentukan panitia.
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Masa tayang video | 1–10 Agustus 2026 |
| Penilaian dewan juri | 11–14 Agustus 2026 |
| Pengumuman pemenang | 16 Agustus 2026 |
Hadiah dan Penghargaan
Panitia menyiapkan uang pembinaan dan sertifikat bagi para pemenang di masing-masing cabang lomba, meliputi juara I, II, III, serta harapan I, II, dan III. Hal ini diharapkan dapat memotivasi pelajar untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam kegiatan positif.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Aceh
Lomba video ini tidak hanya berdampak pada pengembangan kreativitas pelajar, tetapi juga berimplikasi pada penguatan kesadaran sejarah dan perdamaian di kalangan generasi muda. Dengan melibatkan pelajar secara langsung, Dinas Pendidikan Aceh berharap nilai-nilai perdamaian dapat terus diwariskan dan menjadi bagian integral dari identitas generasi Aceh di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung visi dan misi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) yang menempatkan keberlanjutan perdamaian sebagai agenda strategis pembangunan daerah.
Pelajar sebagai Duta Perdamaian Digital
Melalui lomba ini, pelajar tidak hanya menunjukkan kreativitas dalam memproduksi konten digital, tetapi juga menjadi duta perdamaian yang mampu menyebarluaskan pesan persatuan, toleransi, dan semangat kemerdekaan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, nilai-nilai damai terus hidup dan diwariskan kepada generasi Aceh di masa mendatang.
Penutup
Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, inisiatif Dinas Pendidikan Aceh menggelar lomba video reels menjadi langkah strategis untuk mengarahkan kreativitas pelajar pada hal-hal yang konstruktif dan bermakna. Perdamaian yang telah diraih bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk merawatnya. Melalui karya-karya video pendek yang penuh inspirasi, diharapkan semangat perdamaian dan kemerdekaan terus berkobar di hati generasi muda Aceh, menjadi bekal bagi mereka untuk membangun daerah yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.







