Peluru Nyasar TNI Tujuh Kali Landa Kampus UNP Padang: ‘Tiba-tiba Tangan Saya Sudah Berdarah’

Peluru Nyasar TNI Tujuh Kali Landa Kampus UNP Padang: 'Tiba-tiba Tangan Saya Sudah Berdarah'

Suara Pecari | Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) kembali diguncang insiden peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan TNI. Peristiwa terbaru terjadi pada Selasa (2/6) di halaman Gedung Rektorat, melukai dua mahasiswa. Insiden ini menambah panjang daftar kejadian serupa sejak 2016, menjadikannya kasus ketujuh yang menimpa kampus tersebut. ‘Kampus UNP Padang kena peluru nyasar tujuh kali dari latihan TNI – “Tiba-tiba tangan saya sudah berdarah”‘ menjadi sorotan publik setelah video kejadian viral di media sosial.

Guruh Guwino, mahasiswa sekaligus mantan pemain Semen Padang FC, menceritakan detik-detik mengerikan saat ia dan rekannya Nova terkena tembakan. “Saya sedang duduk di halaman, tiba-tiba tangan saya sudah berdarah. Saya tidak tahu dari mana arah peluru datang. Saya juga melihat seorang perempuan tergeletak, darah mengucur dari kakinya,” ujarnya. Suasana yang semula tenang berubah menjadi riuh dan mencekam. Mahasiswa lain segera meminta bantuan satpam untuk memanggil ambulans dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Insiden ini diduga kuat berasal dari Lapangan Tembak Lapai dan Markas Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti yang berada tepat di seberang kampus. Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit swasta sebelum penanganan diambil alih oleh Rumah Sakit Reksodiwiryo milik TNI. ‘Kampus UNP Padang kena peluru nyasar tujuh kali dari latihan TNI – “Tiba-tiba tangan saya sudah berdarah”‘ menggambarkan kekhawatiran warga kampus yang merasa tidak aman dengan aktivitas latihan militer di sekitar area pendidikan.

Sejak 2016, setidaknya tujuh insiden peluru nyasar telah terjadi di UNP. Beberapa di antaranya mengenai gedung perkuliahan, kendaraan, dan bahkan melukai warga kampus. Meskipun pihak TNI telah menyatakan permintaan maaf dan berjanji meningkatkan pengamanan, kejadian serupa terus berulang. ‘Kampus UNP Padang kena peluru nyasar tujuh kali dari latihan TNI – “Tiba-tiba tangan saya sudah berdarah”‘ menjadi bukti bahwa masalah ini belum terselesaikan dengan tuntas.

Para mahasiswa dan dosen mendesak adanya solusi permanen, seperti pemindahan lapangan tembak atau pembatasan latihan yang membahayakan. Rektorat UNP juga telah mengirimkan surat resmi kepada Pangdam setempat untuk meminta penjelasan dan tindakan konkret. Sementara itu, kedua korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Nova, mahasiswi yang terluka di kaki, mengaku trauma dan khawatir akan keselamatannya saat berada di kampus. ‘Kampus UNP Padang kena peluru nyasar tujuh kali dari latihan TNI – “Tiba-tiba tangan saya sudah berdarah”‘ menjadi pengingat bahwa keamanan kampus harus menjadi prioritas utama.

Kejadian ini juga memicu perdebatan di media sosial tentang perlunya koordinasi antara institusi pendidikan dan militer. Banyak pihak menilai bahwa latihan militer seharusnya tidak dilakukan di dekat area padat penduduk atau kampus. Dengan adanya tujuh kali insiden, sudah saatnya pemerintah dan TNI mengambil langkah tegas untuk mencegah korban jiwa di masa depan. Keselamatan warga sipil, khususnya mahasiswa yang sedang menuntut ilmu, tidak boleh dikorbankan demi kegiatan latihan. Semoga peristiwa ini menjadi titik balik untuk menyelesaikan masalah peluru nyasar di UNP Padang secara menyeluruh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan