Mati Lampu Hari Ini Meluas: Pedagang Merugi, Warga Terperosok Sumur, dan Tak Ada Pemberitahuan
Suara Pecari | Mati lampu hari ini kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Bekasi, Solo, Tangerang, hingga Ciamis. Pemadaman listrik yang terjadi pada Kamis (18/6/2026) ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan bahkan kecelakaan. Di Bekasi, pedagang es rumahan mengeluh karena dagangannya mencair dan pembeli sepi. Sementara di Ciamis, seorang wanita jatuh ke sumur akibat gelap gulita. Di Solo dan Tangerang, warga mengkritik minimnya pemberitahuan dari PLN.
Salwa (23), penjual es di Teluk Pucung, Bekasi Utara, mengaku listrik padam sebelum pukul 20.00 WIB. “Es-nya jadi pada cair, belum lagi kalau lama pemadamannya. Bisa basi nantinya,” ujarnya. Ia khawatir peralatan elektroniknya rusak akibat pemadaman berulang. “Belum lama ini mati lampu. Sekarang mati lampu lagi. Kadang kalau terlalu sering ada aja barang yang korslet,” katanya. Salwa juga menyayangkan tidak ada pemberitahuan dini dari PLN, sehingga ia tidak bisa mengurangi stok barang mudah rusak. “Kalau mati lampu begini biasanya jarang ada yang beli. Orang juga pada malas keluar. Pendapatan pasti berkurang,” tambahnya.
Di Ciamis, peristiwa nahas menimpa Farida Budiasih saat berkunjung ke rumah kerabatnya di Dusun Warung Kulon, Desa Imbanagara Raya. Kondisi mati lampu hari ini menyebabkan ia tidak melihat sumur di halaman dan terjatuh ke dalamnya. Tim BPBD dan Damkar segera mengevakuasi korban dan berhasil menyelamatkannya. “Korban sedang berkunjung ke rumah saudaranya. Saat kejadian kondisi sedang mati lampu sehingga korban tidak mengetahui ada sumur,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani.
Sementara itu, di Solo, pedagang soto Lamongan di Pasar Legi, Ali (35), mengeluhkan pemadaman bergilir yang terjadi sejak Rabu (17/6/2026). “Kayaknya per wilayah (pemadaman listrik). Kemarin kan selatan Pasar Legi situ, terus ini Pasar Legi ke utara sampai lampu merah itu,” ujarnya. Pemadaman pada Kamis terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, dan Ali mengaku kesulitan berjualan. “Kalau misalkan ada pengumuman jam 5 sampai jam 10 atau jam berapa, ya kita mending libur. Nek kayak gini kan juga enggak bisa apa-apa,” keluhnya.
Di Tangerang, warga Kampung Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Iqbal Wijaya, menyebut listrik padam dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. “Jarang mati listrik selama ini. Biasanya paling hanya byar pet, mati sebentar lalu hidup lagi. Ini sampai berjam-jam,” katanya. Ia juga menyayangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Weldiansyah, warga Kampung Gebang, Desa Sukadamai, Cikupa, mengaku aktivitas kerjanya dari rumah terganggu karena bergantung pada internet.
PLN sebelumnya menyebut pemadaman di Tangerang akibat penurunan kapasitas suplai. Namun, warga menilai komunikasi yang buruk menjadi masalah utama. Mati lampu hari ini menunjukkan bahwa dampak pemadaman tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan. Kejadian di Ciamis menjadi pengingat bahwa kegelapan total bisa berakibat fatal.
Kesimpulannya, mati lampu hari ini yang meluas di berbagai daerah menuntut perbaikan sistem informasi dari PLN. Pemberitahuan dini yang jelas dan jadwal pemadaman yang transparan sangat diperlukan agar warga dan pelaku usaha dapat mengantisipasi. Tanpa itu, kerugian dan risiko kecelakaan akan terus berulang setiap kali listrik padam.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










