Syok Berat, Istri Mendiang Epy Kusnandar Alami Luka Fisik dan Trauma Usai Jadi Korban Dugaan Kekerasan
Suara Pecari | Kondisi istri mendiang Epy Kusnandar usai jadi korban dugaan kekerasan masih menjadi sorotan publik. Karina Ranau, istri dari almarhum komedian Epy Kusnandar, mengaku masih mengalami syok berat pasca insiden dugaan kekerasan yang dialaminya di warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, saat Karina sedang bersiap membuka usaha Ayam Jikut miliknya.
Menurut penuturan Karina, seorang pria tak dikenal datang dengan emosi dan memaksa untuk segera dilayani meski warung belum resmi buka. Pria tersebut bertindak agresif dan membentak, membuat suasana menjadi tidak kondusif. Karina yang mencoba menjelaskan situasi justru menjadi sasaran kemarahan pelaku. Akibat kejadian itu, Karina mengalami luka baret di bagian kaki dan merasa pusing setelah tubuhnya menghantam permukaan jalan. “Saya juga syok sampai keliyengan, sampai enggak tahu yang kebentur itu apa. Sini sakit, kaki sini baret,” ujarnya saat ditemui di Kalibata, Jakarta Timur.
Kondisi istri mendiang Epy Kusnandar usai jadi korban dugaan kekerasan tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga mental. Karina mengaku sangat terpukul secara emosional, apalagi saat ini ia tengah berjuang keras membesarkan usahanya. Ia merasa sakit hati membayangkan perasaan orang tuanya jika mengetahui putri mereka diperlakukan kasar oleh orang asing. “Malas saya lihat mukanya, saya masih trauma. Untuk damai rasanya terlalu cepat. Dia bisa enggak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya? Kedua orang saya yang melahirkan saya yang tidak pernah mereka berbuat kasar gitu,” ungkapnya dengan nada terisak.
Karina juga menegaskan bahwa dirinya enggan berdamai dengan terduga pelaku. Ia mengaku masih sakit hati dan trauma atas perlakuan yang diterimanya. Sebagai seorang ibu dan pemilik usaha, ia hanya mencoba membela karyawannya yang menjadi sasaran amarah pelaku. “Karena kan saya stres kemarin, saya enggak bisa mikir, sudah keliyengan, gelap. Apa yang mereka lakukan kan mereka yang tahu bagaimana tindakan mereka. Pokoknya apa pun kalian ngomong, saya akan belain mereka lah,” tegasnya.
Meski luka yang dialaminya tidak terlalu parah, Karina memilih untuk tetap menempuh jalur hukum. Ia telah melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan melakukan visum untuk memperkuat laporannya. “Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kita harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam. Jadi sudah sempat ke visum juga diantar sama Bapak Polisinya. Sudah menunggu sampai jam 10 malam itu saya baru selesai,” pungkasnya.
Kondisi istri mendiang Epy Kusnandar usai jadi korban dugaan kekerasan ini menjadi pengingat betapa rentannya seorang perempuan yang berjuang sendiri dalam menjalankan usaha. Karina berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum agar kejadian serupa tidak terulang. “Saya berharap polisi bisa menangkap pelaku dan memberikan keadilan. Saya sudah cukup lelah dengan semua ini,” tutupnya.
Peristiwa ini juga menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang memberikan dukungan moral kepada Karina dan mengecam tindakan pelaku. Ke depannya, diharapkan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai sesama, terutama dalam situasi pelayanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












