Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Warga Pesisir Diimbau Waspada
Suara Pecari, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Status gunung api yang terletak di perairan antara Jawa dan Sumatra ini resmi dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak awal Juli 2026. Peningkatan status ini dipicu oleh serangkaian letusan yang terjadi sejak Juni lalu, termasuk dua kali letusan yang melontarkan material cokelat pekat setinggi 200 meter. Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, mencatat aktivitas vulkanik terus meningkat sejak 10 Juni 2026, dengan gempa tektonik jauh dan tremor menerus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, langsung merespons dengan mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan peringatan kepada masyarakat, aparatur kecamatan, hingga desa. Meskipun situasi pesisir pantai Pandeglang relatif aman dan aktivitas masyarakat seperti jual beli di pasar serta pelayanan kesehatan tetap normal, Acep meminta warga tetap tenang namun waspada.
Petugas melarang wisatawan dan masyarakat mendekati kawasan kawah dalam radius 3 kilometer, sementara BPBD Pandeglang merekomendasikan radius 5 kilometer dari gunung untuk menghindari risiko bebatuan pijar. Sejumlah pedagang di Labuan Pandeglang, seperti Suherman, mengaku tetap beraktivitas normal karena sudah terbiasa dengan erupsi Krakatau, namun ia mengingatkan agar tidak terulang kembali bencana tsunami 2018 yang menewaskan ratusan orang.
Sementara itu, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau disertai semburan api merah besar pada malam hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa video tersebut adalah hoaks dan merupakan hasil penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). PVMBG menjelaskan bahwa bentuk gunung dalam video tidak mirip dengan Gunung Anak Krakatau, dan tidak ada rekaman letusan dari layar HP di atas kapal.
Peningkatan status Gunung Anak Krakatau ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat di sekitar Selat Sunda. Meskipun belum berdampak langsung pada aktivitas warga, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat sejarah letusan dahsyat Krakatau di masa lalu. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area terlarang dan selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










