Progres Jembatan Sonokembang Capai 88 Persen, Akses Ditutup 9-16 Juli untuk Pembongkaran Bailey
Suara Pecari, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) mengumumkan progres pembangunan Jembatan Sonokembang telah mencapai 88 persen. Sebagai bagian dari tahapan akhir proyek, akses jembatan akan ditutup total selama delapan hari, mulai 9 hingga 16 Juli 2026. Penutupan ini bertujuan untuk membongkar Jembatan Bailey yang selama ini difungsikan sebagai jalur sementara selama proses konstruksi berlangsung.
Latar Belakang dan Kronologi Proyek
Jembatan Sonokembang yang berlokasi di kawasan padat penduduk Kota Malang merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan beberapa kecamatan. Proyek ini mulai dikerjakan pada awal tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp5,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Sejak awal pembangunan, akses lalu lintas dialihkan melalui Jembatan Bailey — jembatan sementara yang dipasang untuk menjaga kelancaran mobilitas warga.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menjelaskan bahwa pembongkaran Jembatan Bailey merupakan langkah krusial sebelum proyek memasuki penyelesaian akhir. “Progresnya sudah 88 persen. Penutupan akses pada 9-16 Juli itu dilakukan khusus untuk pembongkaran Jembatan Bailey sebagai tahapan akhir dari penyelesaian pembangunan,” ujarnya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Detail Teknis dan Pekerjaan Tersisa
Meski pembongkaran ditargetkan rampung dalam sepekan, Dandung menegaskan bahwa pekerjaan konstruksi utama belum sepenuhnya selesai. DPUPRPKP masih harus menyelesaikan beberapa elemen penting, terutama pada bagian lereng jembatan dan saluran air di sekitar lokasi. “Masih ada pekerjaan konstruksi, terutama di lereng jembatan dan salurannya,” imbuhnya.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nilai Proyek | Rp5,2 miliar |
| Progres Terkini | 88% |
| Penutupan Akses | 9-16 Juli 2026 |
| Target Penyelesaian | 25 Juli 2026 |
| Pekerjaan Tersisa | Lereng jembatan, saluran air |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Penutupan akses Jembatan Sonokembang selama delapan hari dipastikan berdampak pada mobilitas warga, terutama pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. Untuk meminimalkan gangguan, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan selama masa penutupan. Berikut adalah rekomendasi jalur alternatif:
- Jalan Raya Dieng – Jalan Ijen – Jalan Surabaya (bagi pengendara dari arah utara)
- Jalan Kawi – Jalan Bandung – Jalan Jakarta (bagi pengendara dari arah selatan)
- Jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman (jalur lingkar timur)
Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan selama penutupan berlangsung. Pemerintah juga mengingatkan agar pengendara merencanakan perjalanan dengan lebih awal untuk menghindari kemacetan di ruas-ruas alternatif yang mungkin mengalami peningkatan volume kendaraan.
Analisis Dampak Lebih Luas
Penyelesaian Jembatan Sonokembang diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian dan konektivitas Kota Malang. Jembatan baru yang lebih lebar dan kokoh akan menggantikan struktur lama yang sudah berusia puluhan tahun dan kerap mengalami kemacetan di jam sibuk. Dengan selesainya proyek ini, distribusi barang dan jasa di kawasan sekitar diharapkan menjadi lebih lancar, serta mengurangi waktu tempuh perjalanan warga.
Namun, penutupan sementara ini tetap menjadi tantangan tersendiri. Pedagang kecil di sekitar jembatan, misalnya, mungkin mengalami penurunan omzet karena akses pelanggan terhambat. Pemerintah diharapkan dapat memberikan kompensasi atau kemudahan bagi usaha mikro yang terdampak, meskipun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi mengenai hal tersebut.
Penutup Naratif
Di tengah hiruk-pikuk persiapan pembongkaran Jembatan Bailey, warga Kota Malang menanti dengan harap-harap cemas. Delapan hari penutupan mungkin terasa panjang, tetapi secercah harapan akan jembatan baru yang kokoh dan modern menjadi penawar rasa penat. Proyek yang nyaris rampung ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Kini, semua mata tertuju pada tanggal 25 Juli 2026, saat Jembatan Sonokembang diresmikan dan menjadi nadi baru pergerakan kota.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










