Yayasan Sekolah Terapkan PJJ dan Minta Polisi Sterilisasi Usai Temuan Senjata di Jakarta Selatan
Suara Pecari, Jakarta – Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan setelah ditemukan ratusan senjata di lingkungan sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menyampaikan bahwa PJJ akan berlangsung mulai Senin, 10 Agustus hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul penemuan sejumlah senjata yang mengkhawatirkan di area sekolah.
“Selama satu minggu ke depan, sekolah akan dilaksanakan secara daring demi kepentingan terbaik anak dan keselamatan peserta didik,” ujar Hermawanto dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8).
Permintaan Sterilisasi Sekolah
Selain menerapkan PJJ, yayasan meminta Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap seluruh area sekolah. Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa ruangan yang belum dibuka dan dipasangi garis polisi, sehingga isi ruangan tersebut belum diketahui secara pasti.
Hermawanto menyampaikan pihaknya telah berkomunikasi dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan mendapat respons positif untuk melakukan sterilisasi segera. Polres berjanji akan berkoordinasi dengan ahli terkait untuk proses ini.
“Kami berharap sterilisasi dilakukan selama masa PJJ agar saat siswa kembali ke sekolah, kondisi lingkungan sudah aman dan nyaman,” tambahnya.
Temuan Senjata dan Barang Terlarang
Temuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026 di sebuah ruangan yang selama ini terkunci untuk operasional sekolah. Ditemukan ratusan air gun, air rifle, ribuan peluru mimis, serta satu pucuk senjata yang diduga senjata api.
Pada Rabu (5/8) malam, penemuan kembali dilakukan dengan barang-barang tambahan seperti senjata laras panjang dan pendek, peredam, magasin, berbagai jenis amunisi, taser gun, serta alat pembuat peluru. Selain itu, ditemukan barang yang diduga berkaitan dengan narkotika dan CD porno.
Perhatian terhadap Siswa dan Tenaga Pendidik
Kuasa hukum lain dari yayasan, Anissa E F Ismail, menyatakan terdapat sekitar 580 murid dan 140 guru serta tenaga pendidik yang harus menjadi perhatian dalam proses penanganan temuan tersebut.
“Kami menyesali kejadian ini dan berharap setelah sterilisasi, para orang tua murid, guru, dan tenaga pendidik dapat kembali ke sekolah dengan perasaan aman dan tenang,” kata Anissa.
Langkah Selanjutnya
Yayasan juga berencana bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin, 10 Agustus 2026, untuk meminta perlindungan dan petunjuk terkait langkah yang akan diambil sekolah ke depan.
“Ini adalah bentuk keseriusan yayasan menindaklanjuti kondisi saat ini dan memperhatikan keamanan peserta didik,” ujar Hermawanto.
Proses Penyidikan Sedang Berlangsung
Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di sekolah tersebut. Petugas keamanan masih berjaga di lokasi untuk memastikan proses penyidikan berjalan lancar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










