4 Fakta Febrio Adiono: Eks Ajudan Febrie Adriansyah yang Antar Sutrimo ke Rumah Sakit

4 Fakta Febrio Adiono: Eks Ajudan Febrie Adriansyah yang Antar Sutrimo ke Rumah Sakit

Suara Pecari, Jakarta – Kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, masih menyisakan misteri dan menjadi perhatian publik. Salah satu sosok yang kini menjadi sorotan adalah Febrio Adiono, yang mengantar Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring saat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

1. Febrio Adiono adalah Eks Ajudan Febrie Adriansyah

Febrio Adiono sebelumnya dikenal sebagai ajudan dari Febrie Adriansyah saat yang bersangkutan menjabat sebagai Jampidsus Kejaksaan Agung. Setelah Febrie Adriansyah terseret kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrio kini berstatus sebagai pegawai Kejaksaan Agung dengan posisi staf administrasi.

2. Febrio yang Mengantar Sutrimo ke Rumah Sakit

Pada 23 Juli 2026 pagi, Sutrimo mengeluh sakit dan menghubungi Febrio. Saat Febrio tiba di lokasi di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sutrimo sudah dalam kondisi tidak sadar dan mengeluarkan busa dari mulut dan hidung. Febrio kemudian mengantarkan Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun Sutrimo dinyatakan sudah meninggal saat tiba di rumah sakit (death on arrival). Febrio juga mengisi formulir kronologis penemuan Sutrimo di rumah sakit.

3. Kematian Sutrimo Dilaporkan ke Bareskrim dengan Permintaan Ekshumasi

Kematian Sutrimo yang dianggap janggal telah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Kongres Pemuda Indonesia (KPI) dan keluarga Sutrimo pada awal Agustus 2026. Laporan itu meminta dilakukannya ekshumasi dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Laporan polisi ini dibuat karena kematian Sutrimo dianggap tidak wajar dan masih menyimpan tanda tanya, apalagi terjadi sehari sebelum Febrie Adriansyah ditetapkan tersangka.

4. Polisi Mendalami Peran Febrio dan Akan Melakukan Ekshumasi

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus kematian Sutrimo dan memprioritaskan pendalaman keterlibatan Febrio Adiono. Polisi juga berencana melakukan pemeriksaan terhadap dokter rumah sakit yang pertama kali menangani Sutrimo dan akan menggelar ekshumasi jenazah guna memastikan penyebab kematian. Langkah ini berdasarkan laporan masyarakat dan pelapor yang merasa ada kejanggalan dalam kematian Sutrimo.

Perkembangan kasus ini terus diikuti untuk memastikan fakta dan kebenaran terkait kematian Sutrimo serta peran Febrio Adiono. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan berbagai saksi sedang dimintai keterangan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *