Perang Bukti Penyakit Kronis Ruben Onsu vs Sarwendah, Kuasa Hukum Sebut Harus Diperiksa Bersama
Suara Pecari – Perseteruan hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas dengan adanya perang bukti terkait dugaan penyakit kronis yang dialami presenter tersebut. Kuasa hukum Ruben Onsu menantang Sarwendah untuk membuktikan tudingan penyakit kronis dan meminta agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bersama-sama untuk menjaga keadilan dalam proses hukum.
Isu penyakit kronis ini mencuat di tengah sengketa hak asuh anak yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sarwendah melalui kuasa hukumnya menyatakan memiliki bukti medis berupa dokumen pemeriksaan laboratorium yang diperoleh selama masa pernikahan mereka, namun memilih menyimpan bukti tersebut untuk disampaikan resmi di persidangan. Sementara itu, kuasa hukum Ruben Onsu mengklaim bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan kesehatan terbaru pada 25 Juli 2026 yang menunjukkan hasil non-reaktif terhadap penyakit yang dituduhkan.
Perkembangan Sengketa Hak Asuh dan Isu Penyakit Kronis
Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah bermula dari gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben setelah ia mengaku kesulitan bertemu dengan kedua putrinya sejak perceraian mereka pada tahun 2024. Dalam proses hukum tersebut, berbagai isu ikut menyeret perhatian publik, termasuk dugaan penyakit kronis yang disebut oleh pihak Sarwendah.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai bukti yang dianggap sebagai ‘kartu AS’ untuk memperkuat posisi kliennya di persidangan. Bukti tersebut meliputi dokumen, rekaman, dan keterangan saksi yang akan diajukan sesuai dengan hukum acara perdata. Selain itu, tim kuasa hukum juga mempersiapkan antisipasi terhadap kemungkinan bantahan dari pihak Sarwendah.
Bukti Medis dan Tantangan Pemeriksaan Bersama
Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kliennya memiliki akses terhadap informasi kesehatan Ruben Onsu saat masih menikah, termasuk hasil laboratorium asli yang akan disampaikan secara resmi di pengadilan. Chris juga menyoroti adanya perbedaan identitas dan tanggal lahir pada dokumen laboratorium yang sempat beredar, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian dokumen yang dipublikasikan.
Menanggapi hal ini, Minola Sebayang menantang Sarwendah untuk turut menjalani pemeriksaan kesehatan agar dapat membuktikan klaim penyakit kronis tersebut secara objektif dan transparan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan bersama demi menjaga keadilan dan kredibilitas dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Konteks dan Implikasi Perseteruan
Perdebatan mengenai kondisi kesehatan Ruben Onsu menjadi sorotan publik karena dampaknya terhadap proses gugatan hak asuh anak. Kualitas bukti yang diajukan akan sangat menentukan keputusan majelis hakim dalam perkara ini, sebagaimana dinyatakan oleh praktisi hukum. Pengalihan hak asuh tidak dapat dilakukan tanpa dasar yang kuat dan bukti yang valid.
Isu penyakit kronis yang disebut sebagai ‘penyakit tiga huruf’ belum dipublikasikan secara luas oleh pihak Sarwendah, yang memilih menyampaikan seluruh bukti secara resmi di pengadilan. Hal ini menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan dan kedua belah pihak berupaya mengedepankan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya tantangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bersama, proses pembuktian penyakit kronis ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi majelis hakim dan publik, sekaligus menjaga integritas kedua belah pihak dalam persidangan yang sedang berlangsung.
Permasalahan ini menjadi contoh pentingnya transparansi dan keadilan dalam sengketa hukum yang melibatkan isu pribadi dan kesehatan, terutama ketika berkaitan dengan hak asuh anak dan reputasi masing-masing pihak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










