Polri Kirim 10 Anjing K9 dan Ribuan Personel untuk Penanganan Gempa NTT, Fokus Sikka dan Manggarai
Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Polri mengerahkan 10 ekor anjing pelacak K9 beserta lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Wilayah prioritas dalam operasi SAR dan distribusi bantuan ini adalah Kabupaten Sikka dan Manggarai, yang terdampak serius oleh gempa tersebut.
Guncangan gempa yang terjadi pada pagi hari Sabtu (15/8) langsung memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Selain penurunan personel, pemerintah mengirimkan logistik sebanyak 27 ton secara bertahap melalui penerbangan Hercules guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Polri secara khusus mengirimkan 2,5 ton logistik yang meliputi obat-obatan, tenda lapangan, bahan makanan, serta kebutuhan kelompok rentan.
Peran Anjing K9 dalam Operasi SAR
Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri memberangkatkan tim SAR beranggotakan 21 personel bersama 10 anjing pelacak K9 untuk mempercepat proses pencarian korban. Anjing-anjing ini dilengkapi dengan perlengkapan operasional dan pakan khusus, serta didukung 10 unit kennel box untuk mobilitas mereka di lapangan. Tim ini berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan area pencarian dan pembagian tugas, dengan fokus pada wilayah Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Distribusi Bantuan dan Dukungan Logistik
Selain personel dan K9, Polri mengirimkan bantuan logistik sebanyak 3,4 ton yang terdiri dari obat-obatan dan perlengkapan kemanusiaan. Untuk menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi akibat putusnya akses darat, Polri mengerahkan tiga helikopter AW169 dan pesawat CASA sebagai moda transportasi utama distribusi bantuan. Hal ini menjadi krusial mengingat gangguan komunikasi dan sulitnya akses di beberapa daerah terdampak.
Koordinasi dan Penanganan di Lapangan
Polda NTT telah menginstruksikan seluruh Kapolres di wilayah terdampak untuk turun tangan langsung bersama stakeholder terkait dalam proses evakuasi dan pendataan korban. Posko bantuan didirikan di lokasi yang aman untuk mendukung pelayanan dan distribusi bantuan kepada masyarakat. Kapolda NTT juga merencanakan peninjauan langsung ke berbagai daerah terdampak untuk memastikan efektivitas penanganan dan pemulihan.
Presiden Prabowo Subianto mengarahkan kerja sama lintas sektor agar penanganan pascagempa berjalan cepat dan tepat sasaran. Pemerintah terus melakukan pengiriman logistik dan personel sesuai kebutuhan di lapangan guna memastikan bantuan sampai ke masyarakat dengan cepat dan efektif.
Penanganan gempa ini menegaskan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi, terutama dalam kondisi medan dan infrastruktur yang menantang. Penggunaan anjing pelacak K9 bersama dukungan personel dan logistik yang memadai diharapkan dapat mempercepat evakuasi serta mengurangi risiko tambahan bagi korban terdampak gempa di NTT.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










