Kenang Winda Lorenza, Keluarga di Medan Nyalakan 1.000 Lilin dan Doakan Korban
Suara Pecari, Medan – Keluarga Winda Lorenza Gowasa menggelar aksi damai dengan menyalakan 1.000 lilin di Kota Medan pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk mendiang Winda Lorenza yang meninggal dunia pada hari Minggu sebelumnya.
Aksi Damai dan Doa untuk Winda Lorenza
Acara yang berlangsung di Pos Bloc, Kota Medan, dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat. Foto Winda Lorenza dihiasi bunga mawar putih, sementara para keluarga menyalakan lilin sebagai simbol penghormatan. Ibu Winda, Yestin Laia, tampak sangat terpukul dan menegaskan keyakinannya bahwa anaknya bukan meninggal akibat bunuh diri, melainkan berharap penyebab kematian dapat diungkap secara jelas dan transparan.
Tuntutan Autopsi Ulang dan Penyelidikan Transparan
Penasihat hukum keluarga, Utreck Richardo Siringoringo, menyatakan bahwa pihak keluarga meminta dilakukan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap jenazah Winda. Mereka juga menuntut agar proses penyelidikan kasus ini dilaksanakan dengan transparan, melibatkan dokter pembanding dari pihak keluarga, serta laporan hasil penyelidikan diserahkan ke Polda Sumut untuk memastikan keadilan.
Insiden Lampu Jalan Mati Saat Aksi
Saat aksi berlangsung di Lapangan Merdeka sekitar pukul 19.30 WIB, lampu jalan di lokasi utama tiba-tiba padam, sementara lampu di sisi lain tetap menyala. Selain itu, jaringan internet di sekitar lokasi juga mengalami gangguan. Richardo telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perhubungan Kota Medan dan menunggu tindak lanjut koordinasi untuk mengatasi masalah ini.
Hasil Penyelidikan Polisi: Bunuh Diri dengan Senjata Api
Polrestabes Medan sebelumnya memastikan bahwa Winda Lorenza, yang merupakan mantan istri seorang polisi berpangkat brigadir berinisial ISH, meninggal karena bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya. Hasil olah tempat kejadian perkara dan autopsi yang dilakukan oleh tim Inafis dan dokter forensik menunjukkan adanya luka tembak tunggal di kepala korban serta residu tembakan di tubuh korban. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh Winda.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium forensik juga menunjukkan tidak adanya residu pada tangan ISH, yang menguatkan temuan bahwa korban melakukan bunuh diri. Pernyataan tersebut juga didukung oleh keterangan dari dua saksi, yakni ISH dan anak mereka.
Konteks dan Perkembangan Kasus
Kematian Winda Lorenza yang diduga bunuh diri ini memicu keprihatinan luas, terutama dari keluarga yang masih meragukan penyebab kematian tersebut. Mereka berharap agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara lebih mendalam dan transparan agar kebenaran dapat terungkap tanpa ada keraguan. Aksi damai dengan menyalakan lilin ini merupakan wujud solidaritas dan harapan agar kasus ini mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










