Pria di Garut Marah-marah di Polsek Cisurupan, Polisi Sebut Pelaku Gangguan Jiwa
Suara Pecari, Garut – Seorang pria bernama Yana meluapkan kemarahannya di Polsek Cisurupan, Kabupaten Garut, karena merasa polisi tidak membantu mencari adiknya yang diduga menjadi korban penculikan. Video kejadian ini sempat viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Fakta Utama Kejadian
Dalam video tersebut, Yana menggunakan bahasa Sunda untuk menyampaikan kekecewaannya kepada petugas kepolisian. Ia menuduh polisi tidak memberikan bantuan terkait pencarian adiknya yang menurutnya telah diculik. Yana bahkan meminta agar rekaman aksinya disebarluaskan hingga ke pejabat pemerintah dan Presiden.
Penjelasan Pihak Kepolisian
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, menjelaskan bahwa Yana merupakan warga Kecamatan Cisurupan yang memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa. Berdasarkan catatan kepolisian, Yana pernah diamankan karena melakukan perusakan di lingkungan tempat tinggalnya. Sejak Juli 2020, ia rutin mengonsumsi obat penenang dan epilepsi dari Puskesmas Cisurupan.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan untuk memastikan Yana mendapatkan penanganan medis yang tepat. Saat ini, Yana telah diserahkan ke rumah sakit jiwa bersama dengan petugas Puskesmas dan Kepala Desa untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Klarifikasi Soal Tuduhan Penculikan
Polisi juga memastikan bahwa tidak ada peristiwa penculikan yang terjadi terkait adik Yana. Berdasarkan hasil penyelidikan, adiknya memang ada dan sudah menikah. Namun, keluarga sengaja tidak memberitahu Yana mengenai hal ini karena mempertimbangkan kondisi kesehatan mentalnya.
Pihak kepolisian telah berupaya memediasi pertemuan antara Yana dan adiknya. Namun, Yana ingin membawa pulang adiknya, sedangkan sang adik sudah berkeluarga, sehingga tidak memungkinkan untuk dibawa pulang.
Konteks dan Dampak
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pemahaman dan penanganan khusus bagi individu dengan gangguan kesehatan jiwa dalam menghadapi situasi emosional dan sosial. Koordinasi antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam memberikan perlindungan dan pengobatan yang tepat bagi Yana, sekaligus menjaga keamanan masyarakat sekitar.
Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










