Kondisi Ojol yang Dilindas BYD di Jaksel Tulang Patah, Paru-paru Bocor
Suara Pecari, Jakarta – Hasan Syukur, seorang pengemudi ojek online (ojol), mengalami luka parah setelah terlindas mobil listrik BYD dalam kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, pada Jumat sore, 23 Oktober 2026. Kondisi Hasan kini kritis dengan tulang kaki kiri patah dan paru-paru bocor, sehingga masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.
Kondisi Korban
Hasan saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit setelah menjalani operasi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menantu korban, Eko Priyono, menyampaikan bahwa Hasan belum dapat berbicara dan masih terpasang selang karena kondisi tubuhnya yang lemah. Selain tulang kaki kiri yang patah, Hasan juga mengalami cedera serius di bagian tubuh dari pundak hingga pinggang dan paru-paru bocor.
Latar Belakang dan Dampak Kecelakaan
Hasan sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta dan menjadi tulang punggung keluarganya yang tinggal di Serang, Banten. Penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk cucu-cucunya. Kini, dengan kondisi Hasan yang belum bisa bekerja, keluarga menghadapi ketidakpastian pemasukan. Eko, yang juga menantu Hasan, harus mengambil cuti dari pekerjaannya untuk mendampingi Hasan di rumah sakit.
Upaya dan Dukungan
Keluarga Hasan tengah mengurus pengajuan klaim bantuan biaya pengobatan melalui Jasa Raharja, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi pencairan dana. Sementara itu, pihak Grab, sebagai perusahaan tempat Hasan menjadi mitra pengemudi, telah memberikan bantuan berupa kunjungan dan pemberian makanan serta minuman, meskipun bantuan biaya pengobatan masih dalam proses.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.48 WIB di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ketika mobil listrik BYD menabrak Hasan dalam kecelakaan beruntun. Mobil yang terlibat telah diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Harapan Keluarga
Keluarga Hasan berharap biaya perawatan dapat segera terbantu agar proses pemulihan dapat berjalan lancar. Sementara itu, mereka mengandalkan tabungan yang ada sebagai bekal pengobatan dan kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










