Menteri HAM Tolak Penembakan Pelaku Begal, Tekankan Proses Hukum yang Jelas

Menteri HAM Tolak Penembakan Pelaku Begal, Tekankan Proses Hukum yang Jelas

Suara Pecari | Bandung – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan penolakan terhadap penembakan pelaku kejahatan jalanan atau begal tanpa melalui proses hukum yang resmi. Ia menyatakan bahwa setiap pelaku kejahatan harus ditangkap hidup-hidup dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Pigai menekankan pentingnya menangkap pelaku kejahatan untuk membantu aparat penegak hukum dalam mengungkap jaringan dan motif di balik tindak kejahatan tersebut. Menurutnya, proses penyelidikan yang menyeluruh sangat diperlukan untuk menggali informasi terkait sumber tindak pidana.

“Dia adalah sumber informasi, data, dan fakta. Penegak hukum bisa menggali data, fakta, informasi, dan bisa menyelesaikan pemicunya atau sumbernya,” ujarnya saat memberikan keterangan setelah menghadiri acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung pada Kamis.

Baca juga:

Lebih lanjut, Pigai menekankan bahwa negara tidak berhak merampas hak hidup warga negara tanpa melalui proses hukum yang sah. Ia menegaskan bahwa ketentuan ini berlaku untuk seluruh warga negara, termasuk mereka yang terlibat dalam tindakan kriminal.

Baca juga:

“Siapa pun tidak boleh merampas hak hidup warga negara tanpa melalui proses dan prosedur hukum yang berlaku resmi. Ketentuan tersebut wajib ditegakkan negara untuk menjaga prinsip hak asasi manusia dan supremasi hukum nasional,” tuturnya.

Baca juga:

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat mengenai tingkat kejahatan jalanan, terutama aksi begal. Pigai berharap agar penegakan hukum dilakukan dengan cara yang sesuai dan beradab, tanpa mengabaikan hak asasi manusia.

Baca juga:

Dalam konteks ini, penting bagi aparat penegak hukum untuk tidak hanya fokus pada penanganan kejahatan secara represif, tetapi juga menyelidiki faktor-faktor yang mendasari tindakan kriminal. Dengan cara ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih komprehensif dalam menangani kejahatan di masyarakat.

Baca juga:

Dengan pernyataan ini, Menteri HAM berharap dapat mendorong kesadaran akan pentingnya penegakan hukum yang adil dan manusiawi di tengah kondisi keamanan yang memprihatinkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan