Peran Gus Dur dalam Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Inkopontren
Suara Pecari | Anggota Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) Manarul Hidayat menyoroti kontribusi signifikan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dalam mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pesantren. Inisiatif ini berawal dari pembentukan Inkopontren pada tahun 1994, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan santri secara mandiri.
Manarul bercerita mengenai panggilan Gus Dur untuk merancang koperasi pesantren nasional. Dalam pembukaan Rakernas Inkopontren di Smesco Indonesia, ia menjelaskan, “Koperasi ini diharapkan agar pesantren dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan mereka.” Ide ini muncul jauh sebelum berkembangnya ritel modern di Indonesia.
Manarul menekankan bahwa dana koperasi harus dikelola dengan disiplin agar tidak tercampur dengan kepentingan pribadi. Pengelolaan yang profesional diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sistem pinjaman yang sehat.
Ia juga mengenang keberhasilan menyelesaikan pembangunan Gedung PBNU yang terhambat selama bertahun-tahun. Selain itu, Inkopontren pernah menjalin kerja sama ekonomi dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, membuka peluang distribusi produk melalui jaringan koperasi pesantren. “Sayangnya, rencana kerja sama tersebut batal setelah Gus Dur lengser dari jabatannya,” imbuhnya.
Manarul meyakini bahwa pesantren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dalam mendukung pembangunan nasional. Saat ini, terdapat sekitar 42 ribu pondok pesantren di Indonesia yang berperan penting dalam pendidikan dan pengembangan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa alumni pesantren berkontribusi di berbagai sektor, tidak hanya sebagai ulama tetapi juga sebagai birokrat, pengusaha, bahkan politisi. “Jika anak-anak pesantren tidak dibina dalam aspek ekonomi, masa depan ekonomi Indonesia akan terancam,” ucapnya.
Harapan Manarul adalah agar koperasi pesantren dapat menjadi kekuatan ekonomi umat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tanah air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












