Nama Ketua DPRD Jateng Disebut Terlibat Korupsi MBG, Sumanto Bantah Keras
Suara Pecari | Semarang – Nama Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendadak menjadi perbincangan hangat setelah disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tuduhan ini bermula dari unggahan viral di media sosial yang mencantumkan nama politisi dan pejabat yang diduga terafiliasi dengan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang kini berstatus tersangka. Namun, Sumanto dengan tegas membantah semua tudingan tersebut.
Dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Kamis (11/6/2026), Sumanto menyatakan bahwa dirinya tidak mengenal Sony Sonjaya dan tidak pernah memiliki komunikasi atau hubungan kerja dengannya. “Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sonjaya,” ujar Sumanto. Ia juga menegaskan bahwa Nama Ketua DPRD Jateng disebut terlibat korupsi MBG adalah fitnah yang tidak berdasar.
Sumanto mengaku terkejut ketika jabatannya ikut dikaitkan dengan kasus yang tengah menjadi sorotan publik. Menurutnya, penyebutan namanya dalam unggahan media sosial maupun pesan berantai tidak didasari fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. “Hingga saat ini tidak pernah berkomunikasi maupun memiliki hubungan kerja dengan Sony Sonjaya,” tegas politisi PDI-P tersebut.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jawa Timur, Musyafak Rouf, yang namanya juga muncul dalam daftar yang sama. Musyafak bahkan menantang pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk membuktikan keterlibatannya. “Hoaks itu. Saya enggak ada sama sekali kok punya (dapur) MBG. Kalau ada (yang berhasil buktikan), saya kasih hadiah,” ujarnya di Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Sementara itu, kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief, belum bersedia mengungkap identitas 20 nama yang disebut-sebut tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kliennya. Elza menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat rahasia demi hukum. “Masih dalam BAP, masih awal, belum bisa ke publik, tunggu izin Pak Sony,” kata Elza kepada wartawan, Kamis (11/6/2026). Ia juga mengonfirmasi bahwa daftar yang beredar di media sosial, termasuk yang menyebut Nama Ketua DPRD Jateng disebut terlibat korupsi MBG, belum tentu akurat karena jumlahnya berbeda dengan yang ada di BAP.
Kasus dugaan korupsi MBG sendiri tengah diusut oleh Kejaksaan Agung. Sony Sonjaya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator dan disebut telah menyerahkan 20 nama yang diduga terlibat kepada penyidik. Namun, hingga saat ini, nama-nama tersebut belum diumumkan secara resmi.
Sumanto mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah. “Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak terlibat dan tidak mengenal yang bersangkutan (Sony Sonjaya). Tidak pernah berhubungan atau terlibat dalam urusan dengan kasus tersebut,” kata Sumanto. Kendati demikian, ia menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan meminta aparat bekerja secara profesional.
Fenomena Nama Ketua DPRD Jateng disebut terlibat korupsi MBG menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi di era digital. Sumanto berharap publik tidak serta-merta mempercayai tudingan yang belum terbukti kebenarannya. Dengan bantahan yang tegas dari Sumanto dan Musyafak, serta sikap pengacara Sony yang masih menutup rapat daftar nama, publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyidik Kejaksaan Agung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









